MAKASSAR, PIJARNEWS.COM— Kesempatan untuk menembus pengalaman akademik dan profesional di tingkat internasional kembali terbuka bagi mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos).
Sebanyak delapan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian dan Restorasi Lahan Tambang (FPRLT) Universitas Bosowa, resmi dilepas untuk mengikuti program magang internasional di Taiwan, Selasa (19/8/2026). Program ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, serta memperoleh pengalaman langsung dalam lingkungan internasional.
Pelepasan mahasiswa berlangsung di lingkungan Fakultas Pertanian dan Restorasi Lahan Tambang Universitas Bosowa dan dibuka sekaligus diarahkan langsung oleh Dekan FPRLT Unibos, Dr. Amirudin, S.P., M.P.. Turut hadir Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global Unibos, Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta para mahasiswa yang akan mengikuti program magang.
Delapan mahasiswa yang mengikuti program tersebut merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2024, yakni Nur Asmi Putri Awaliyah, Muh. Faidil Akbar, Muh. Firmansyah, Muh. Al-Bukhari Q, Jumpika, Magfira Amis, Nur Aisyah, dan Revita Limbong B.
Dalam arahannya, Dekan FPRLT Unibos, Dr. Amirudin, S.P., M.P., menekankan bahwa keberangkatan ke Taiwan bukan sekadar kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di luar negeri, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk membawa nama baik Universitas Bosowa.
Ia meminta para mahasiswa memanfaatkan setiap kesempatan selama mengikuti program dengan menyerap sebanyak mungkin pengetahuan, pengalaman, serta praktik yang dapat memperkaya kompetensi mereka di bidang teknologi pangan.
“Jaga baik nama kampus, ambil sebanyak-banyaknya pengalaman dan ilmu. Setelah kembali, bawa pulang ilmu yang didapat dan teruskan kepada adik-adik kalian,” pesan Dr. Amirudin.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pengalaman internasional yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama berada di Taiwan diharapkan dapat dibagikan kembali kepada lingkungan akademik dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang pengembangan diri di tingkat internasional.
Sementara itu, Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., selaku Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global Unibos, turut memberikan arahan sebelum mahasiswa menjalani program. Ia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan bahasa, sebagai bekal mahasiswa dalam beradaptasi dan membangun interaksi selama berada di lingkungan internasional.
“Latih kemampuan berbahasa selama di sana, jaga pola hidup sehat, dan pulanglah kembali dengan selamat,” ujar Prof. Asdar.
Menurutnya, pengalaman berada di negara lain akan memberikan ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa. Selain memperoleh pengalaman profesional, mahasiswa juga akan berhadapan dengan lingkungan, budaya, pola komunikasi, dan kebiasaan baru yang dapat memperkuat kemampuan adaptasi serta kesiapan mereka menghadapi dunia kerja global.
Antusiasme juga dirasakan oleh para mahasiswa yang akan berangkat. Salah satunya Revita Limbong B., mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2024, yang mengaku tidak sabar menjalani pengalaman tersebut.
“Saya sangat excited dan tidak sabar untuk bisa mengais ilmu sebanyak-banyaknya,” ungkap Revita.
Bagi mahasiswa Teknologi Pangan, program magang internasional menjadi kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran yang diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman di lingkungan profesional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai praktik teknologi pangan sekaligus memperluas perspektif mereka terhadap perkembangan bidang pangan di tingkat global.
Dukungan terhadap keberangkatan mahasiswa juga datang dari jajaran pimpinan FPRLT Unibos. Selain Dekan Dr. Amirudin, S.P., M.P., hadir Wakil Dekan I Amal Aqmal, S.Pi., M.Si., Wakil Dekan II Dr. Ir. Asmawati, M.P., serta Wakil Dekan III Jirfan Dawanto, S.Pt., M.Si. yang membidangi kemahasiswaan, alumni, dan kerja sama. Dosen serta tenaga kependidikan Fakultas Pertanian dan Restorasi Lahan Tambang turut memberikan dukungan kepada para mahasiswa sebelum menjalani program.
Program ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Pertanian dan Restorasi Lahan Tambang Universitas Bosowa dalam membuka ruang pengembangan mahasiswa melalui pengalaman akademik dan profesional lintas negara. Kesempatan tersebut sekaligus memperkuat dorongan agar mahasiswa memiliki wawasan global tanpa meninggalkan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi lingkungan akademiknya.
Delapan mahasiswa tersebut kini bersiap menjadikan Taiwan sebagai ruang belajar baru. Mereka tidak hanya membawa harapan untuk memperoleh pengalaman sebanyak-banyaknya, tetapi juga membawa nama Universitas Bosowa dan Fakultas Pertanian dan Restorasi Lahan Tambang dalam perjalanan akademik internasional mereka.
Dengan semangat belajar, beradaptasi, dan berbagi, pengalaman magang di Taiwan diharapkan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, serta kembali ke Unibos dengan pengetahuan dan perspektif baru yang dapat terus dikembangkan dan dibagikan kepada generasi berikutnya. (adv)










