• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 1 Juli, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Generasi Fatherless dan Hilangnya Perlindungan Bagi Anak

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 Maret 2025
di Opini, Topik Utama
Sitti Fatmawati Ilyas, S.Pd

Sitti Fatmawati Ilyas, S.Pd

Sitti Fatmawati Ilyas, S.Pd

(Pendidik dan Aktivis Muslimah )

Seorang remaja berusia 14 tahun yang masih menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Samarinda, diduga menjadi korban persetubuhan. Peristiwa tersebut terungkap ketika Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun, dihubungi oleh salah satu anggota polwan. Dalam penyampaiannya, terdapat seorang anak mendatangi polsek untuk membuat laporan atas dugaan persetubuhan. Petugas itu mengatakan anak ini datang seorang diri untuk melaporkan dugaan persetubuhan oleh orang terdekatnya.

Saat ditanya, remaja perempuan tersebut menyatakan tidak ingin pulang ke rumahnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membawa korban ke rumah aman. Rina Zainun mengungkapkan bahwa alasan dia tidak mau pulang karena sang ayah yang mengetahui dugaan persetubuhan itu tidak mau mendampingi untuk laporan ke kepolisian. Dari pengakuan korban, persetubuhan yang dilakukan oleh orang terdekatnya itu, terjadi sejak 2022 hingga 2024 lalu. Terkait dengan kondisi korban saat ini masih merasa trauma (Koran Kaltim, 20/02/2025).

Miris, begitu banyak kejahatan yang menimpa para remaja wanita yang justru dilakukan oleh orang – orang terdekat. Mereka yang seharusnya terdepan dalam hal melindungi dan memberikan rasa aman justru menjadi ancaman yang luar biasa.

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Generasi Fatherless Akibat Sekulerisme

Sebenarnya, telah disahkan undang-undang sebagai upaya untuk melindungi perempuan dan anak. Misal dengan adanya revisi UU Perlindungan Anak tentang tindak pidana kekerasan seksual. Namun, ternyata belum cukup untuk melindungi kaum perempuan dan anak. Hal ini bisa dilihat dari makin maraknya kasus kejahatan yang banyak dilakukan oleh orang terdekat korban, seperti paman, kakek, atau ayah kandungnya sendiri.

Kehidupan serba bebas dan hanya mengedepankan hawa nafsu hari ini membuat manusia kehilangan fitrahnya. Akalnya tidak lagi mampu menakar baik dan buruk, terpuji atau tercela, tidak memiliki rasa sayang sebagaimana seorang ayah terhadap anak, kakek terhadap cucu atau paman terhadap keponakan sebab hawa nafsu. Menjadikannya bertindak tidak ubahnya seperti hewan. Akibatnya ada ayah kandung sendiri tega untuk merusak anak kandungnya sendiri atau bahkan sama sekali tidak peduli dengan kondisi anaknya.

Hal inilah yang kemudian banyak melingkupi kehidupan remaja hari ini, yakni generasi fatherless Dimana tidak adanya peran dan keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman atas peran utama ayah sebagai kepala keluarga. Dia wajib untuk mencari nafkah, bertanggung jawab akan kondisi fisik dan mental anak-anaknya. Tidak hanya soal kebutuhan sehari-sehari tapi juga yang tidak kalah penting adalah perlindungan, perhatian dan kasih sayang.

Hilangnya semua tanggung jawab itu dari para ayah akibat sistem sekulerisme liberal yang diterapkan dalam kehidupan. Dimana manusia merasa bebas berbuat tanpa merasa terikat dengan aturan apapun termasuk aturan agama. Menjadikan manusia tidak lagi jernih dalam berpikir ketika memandang kehidupan. Akibatnya kebebasan berperpikir, kebebasan berperilaku dan hilangnya rasa takut kepada pencipta semakin menggurita di masyarakat. Manusia tidak lagi mampu menemukan solusi hakiki atas segala masalah yang dihadapinya.

Selanjutnya, sekulerisme liberal ini pula yang menciptakan lingkungan individualis, hilangnya kontrol masyarakat yang menyebabkan kemaksiatan merajalela, serta gagalnya negara dalam menjaga kehormatan generasi, menjamin keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan.

Islam Menjaga dan Melindungi Generasi

Islam mengatur kehidupan manusia secara sempurna. Dalam Islam negara memiliki peranan penting dalam melindungi rakyatnya termasuk anak-anak dari segala marabahaya baik fisik maupun nonfisik ( pemikiran).

Adapun perlindungan tersebut, butuh setidaknya tiga hal, yakni keimanan yang kuat dari individu-individu keluarga muslim, kepedulian dari anggota masyarakat, dan adanya negara yang menerapkan syariat Islam.

Pertama, keimanan kuat dari keluarga muslim. Sekuat apa pun godaan hawa nafsu, jika setiap anggota keluarga muslim memiliki keimanan yang kuat, niscaya akan saling menjaga agar semua senantiasa taat kepada Allah dan terhindar dari perbuatan dosa. Peran sentral tentu ada pada seorang ayah sebagai pemimpin keluarga yang akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah atas seluruh anggota keluarganya. Ayahlah yang seharusnya mendidik dan membina semua anggota keluarga agar taat kepada Allah. Ayah akan bekerja sama dengan ibu untuk menanamkan keimanan sejak anak masih usia dini, mengajarkan cara menyembah Allah dengan benar, mengajari cara salat dan ibadah lainnya, juga mengajarkan agar selalu bersikap sesuai ajaran Islam.

Kedua, perlunya kepedulian masyarakat. Tidak cukup dengan keluarga, tetapi juga perlu kepedulian masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya. Keimanan bisa saja melemah, ini hal yang sangat manusiawi. Oleh karenanya, perlu ada kontrol masyarakat agar semua keluarga muslim taat syariat Allah dan agar tidak terjadi kejahatan menimpa generasi.

Ketiga, peran penting negara. Tidak cukup kedua tadi, Islam juga menetapkan peran penting negara dalam mencegah terjadinya kejahatan. Salah satunya adalah memberi sanksi tegas bagi para pelaku kejahatan seksual yakni dua sanksi sekaligus. Sanksi karena pelaku telah melakukan pemaksaan pada korban, serta sanksi karena pelaku telah berzina.

Sanksi ini akan menimbulkan efek jera dan mencegah orang lain melakukan kejahatan serupa (zawajir), sekaligus sebagai penebus dosa pelaku nanti di akhirat di hadapan pengadilan Allah Swt (jawabir). Tentu ini berbeda dengan sistem hukum hari ini yang bisa berubah-ubah, tidak membuat jera, serta tidak membuat orang lain takut untuk berbuat kejahatan serupa.

Begitulah Islam dalam menjaga dan melindungi generasi dan menjadi solusi terhadap berbagai kejahatan yang menimpa generasi. Dan hal ini mampu terwujud bila aturan Islam diadopsi sebagai aturan kehidupan manusia.

Wallahu a’lambishshowwab.

 

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

...

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Ell Haj Berangkatkan 21 Jamaah Haji Mujamalah 2026, Klaim Jadi Salah Satu Terbanyak di Indonesia

Ell Haj Berangkatkan 21 Jamaah Haji Mujamalah 2026, Klaim Jadi Salah Satu Terbanyak di Indonesia

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

...

Berita Terkini

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2026

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2026

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan