• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 15 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

IHSG Anjlok, Analis Menilai Investor Khawatir terhadap Ekonomi Indonesia

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2025
di Ekonomi, Nasional
Bursa Efek Indonesia (Foto: Tempo)

Bursa Efek Indonesia (Foto: Tempo)

JAKARTA, PIJARNEWS.COM–Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok lebih dari 4 persen pada Selasa (18/3/2025)  pukul 11.11 WIB, sebelum akhirnya turun hingga 5 persen yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia.

Kejatuhan tajam ini, menurut analis pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menjadi anomali jika dibandingkan dengan bursa regional Asia lainnya, seperti Nikkei (+1,4 persen), Shanghai (+0,09 persen), STI (+1 persen), dan FKLCI (+1 persen). Ia menilai bahwa situasi ini mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap ekonomi Indonesia dan pasar keuangan.

Menurut dia meningkatnya risk premium Indonesia menjadi salah satu faktor yang membebani IHSG. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, seperti peningkatan tipis Credit Default Swap (CDS) ke 76 basis poin per 27 Februari 2025, depresiasi rupiah sebesar 0,6 persen sepanjang Januari-Februari 2025, serta pelebaran spread Surat Berharga Negara (SBN) dengan US Treasury (UST) 10 tahun yang kini mencapai 255 basis poin.

Selain itu, tekanan juga datang dari pandangan negatif investor asing terhadap pasar Indonesia.

“Morgan Stanley dan Goldman Sachs memangkas rating saham-saham Indonesia, dengan beberapa faktor utama yang mereka soroti, seperti defisit anggaran yang melebar menjadi 2,9 persen dari PDB, risiko fiskal akibat realokasi anggaran dan pendirian Danantara serta ekspansi pembangunan rumah subsidi, serta dampak dari tensi kebijakan tarif yang dapat melemahkan rupiah,” ujar Audi dikutip dari Tempo.co.

Berita Terkait

Wali Kota Parepare Buka Peluang Investor Kelola Gedung Eks CU

“Lapor Pak Satpol” dan Klinik Investasi PROAKTIF, Wali Kota Parepare: Jembatan Pemerintah dan Investor

Investor Group Lippo Tertarik Investasi Bangun Mall hingga Bioskop

Investasi Semester I Tahun 2023 di Sulsel Terealisasi Rp7,001 Triliun

Goldman Sachs, katanya, bahkan memperkirakan rupiah akan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia dalam waktu dekat.

Tekanan jual asing pun semakin kuat. Hingga 17 Maret 2025, investor asing tercatat melakukan outflow sebesar Rp26,9 triliun dari pasar saham.

“Terakhir kali kami melihat kejatuhan signifikan seperti ini hingga terjadi trading halt adalah saat pandemi Covid-19, tepatnya 19 Maret 2020, ketika IHSG turun 5,2 persen ke level 4.105,” kata Audi.

Jika aksi jual panik (panic selling) terus berlanjut, ia memperingatkan bahwa IHSG berpotensi menembus level psikologis 6.000. “Kalau level ini jebol, support berikutnya ada di 5.900,” ujarnya.

Tekanan terjadi di hampir seluruh sektor, termasuk teknologi, yang mengalami aksi ambil untung setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Audi menilai bahwa sektor keuangan masih berpotensi menjadi penopang utama IHSG.

“Kalau saham-saham perbankan besar mengalami technical rebound, tekanan terhadap IHSG bisa sedikit mereda,” katanya.

Sumber: Tempo.co

Terkait: IHSGInvestor

TerkaitBerita

Punya Bakat Dangdut? Catat Syarat dan Jadwal Audisi Dangdut Academy Indosiar di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

...

Gempa Bumi Magnitudo 7,6 di Bitung, Terdeteksi Gelombang Tsunami Kecil

Editor: Muhammad Tohir
2 April 2026

...

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

...

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Tingkatkan Ekonomi Rakyat, Bupati Sidrap Dorong Pengintegrasian Pertanian dan Peternakan

Tingkatkan Ekonomi Rakyat, Bupati Sidrap Dorong Pengintegrasian Pertanian dan Peternakan

Editor: Muhammad Tohir
14 April 2026

Wajib Bagi Penumpang Luar Negeri, Imigrasi Jelaskan Cara Pakai Aplikasi All Indonesia

Wajib Bagi Penumpang Luar Negeri, Imigrasi Jelaskan Cara Pakai Aplikasi All Indonesia

Editor: Muhammad Tohir
14 April 2026

Memeras di SPBU, Polres Sidrap Ringkus Pelaku

Memeras di SPBU, Polres Sidrap Ringkus Pelaku

Editor: Muhammad Tohir
14 April 2026

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan