• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ekonomi

IHSG Anjlok, Analis Menilai Investor Khawatir terhadap Ekonomi Indonesia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2025
di Ekonomi, Nasional
Bursa Efek Indonesia (Foto: Tempo)

Bursa Efek Indonesia (Foto: Tempo)

JAKARTA, PIJARNEWS.COM–Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok lebih dari 4 persen pada Selasa (18/3/2025)  pukul 11.11 WIB, sebelum akhirnya turun hingga 5 persen yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia.

Kejatuhan tajam ini, menurut analis pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menjadi anomali jika dibandingkan dengan bursa regional Asia lainnya, seperti Nikkei (+1,4 persen), Shanghai (+0,09 persen), STI (+1 persen), dan FKLCI (+1 persen). Ia menilai bahwa situasi ini mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap ekonomi Indonesia dan pasar keuangan.

Menurut dia meningkatnya risk premium Indonesia menjadi salah satu faktor yang membebani IHSG. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, seperti peningkatan tipis Credit Default Swap (CDS) ke 76 basis poin per 27 Februari 2025, depresiasi rupiah sebesar 0,6 persen sepanjang Januari-Februari 2025, serta pelebaran spread Surat Berharga Negara (SBN) dengan US Treasury (UST) 10 tahun yang kini mencapai 255 basis poin.

Selain itu, tekanan juga datang dari pandangan negatif investor asing terhadap pasar Indonesia.

BeritaTerkait

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Puluhan Warga Pinrang Manfaatkan Layanan PaspoRia di Car Free Day Lansirang Park

Puluhan Warga Pinrang Manfaatkan Layanan PaspoRia di Car Free Day Lansirang Park

20 September 2026
5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Jurnalis dan Warga Parepare Doa Bersama

5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Jurnalis dan Warga Parepare Doa Bersama

11 September 2026
Ketua dan Sekretaris Yayasan Buq’atun Mubarakah Hadiri GIHES 2026 Konferensi Global Pendidikan Holistik Islam di Jakarta

Ketua dan Sekretaris Yayasan Buq’atun Mubarakah Hadiri GIHES 2026 Konferensi Global Pendidikan Holistik Islam di Jakarta

7 September 2026

“Morgan Stanley dan Goldman Sachs memangkas rating saham-saham Indonesia, dengan beberapa faktor utama yang mereka soroti, seperti defisit anggaran yang melebar menjadi 2,9 persen dari PDB, risiko fiskal akibat realokasi anggaran dan pendirian Danantara serta ekspansi pembangunan rumah subsidi, serta dampak dari tensi kebijakan tarif yang dapat melemahkan rupiah,” ujar Audi dikutip dari Tempo.co.

Goldman Sachs, katanya, bahkan memperkirakan rupiah akan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia dalam waktu dekat.

Tekanan jual asing pun semakin kuat. Hingga 17 Maret 2025, investor asing tercatat melakukan outflow sebesar Rp26,9 triliun dari pasar saham.

“Terakhir kali kami melihat kejatuhan signifikan seperti ini hingga terjadi trading halt adalah saat pandemi Covid-19, tepatnya 19 Maret 2020, ketika IHSG turun 5,2 persen ke level 4.105,” kata Audi.

Jika aksi jual panik (panic selling) terus berlanjut, ia memperingatkan bahwa IHSG berpotensi menembus level psikologis 6.000. “Kalau level ini jebol, support berikutnya ada di 5.900,” ujarnya.

Tekanan terjadi di hampir seluruh sektor, termasuk teknologi, yang mengalami aksi ambil untung setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Audi menilai bahwa sektor keuangan masih berpotensi menjadi penopang utama IHSG.

“Kalau saham-saham perbankan besar mengalami technical rebound, tekanan terhadap IHSG bisa sedikit mereda,” katanya.

Sumber: Tempo.co

Terkait: IHSGInvestor

Berita Terkait

Wali Kota Parepare Buka Peluang Investor Kelola Gedung Eks CU

Editor: Tohir Muhammad
21 Januari 2026

...

“Lapor Pak Satpol” dan Klinik Investasi PROAKTIF, Wali Kota Parepare: Jembatan Pemerintah dan Investor

Editor: Tohir Muhammad
22 Agustus 2025

...

Investor Group Lippo Tertarik Investasi Bangun Mall hingga Bioskop

Investor Group Lippo Tertarik Investasi Bangun Mall hingga Bioskop

Editor: Tim Redaksi
2 Februari 2024

...

Berita Populer

  • Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi SEKSOS.COM 2026 di SMAN 5 Parepare, Puluhan Siswa Lolos Semifinal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Battle of Brain Jadi Cabang Baru di SEKSOS.COM 2026, Uji Logika hingga Memori Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pertama SEKSOS.COM 2026 SMA Negeri 5 Parepare, Ratusan Peserta dari Sulsel-Sulbar Ikuti Registrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi