• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 27 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kue Khas Pinrang yang Menyerupai Sarang

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
6 September 2022
di Wirausaha

PINRANG, PIJARNEWS.COM – Jika berkunjung ke Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, tak lengkap rasanya jika tidak mencoba kuliner kue khas tradisional kue karasa, kue yang mirip sarang semut.

Salah satu pembuat kue Karasa yang hingga kini masih bertahan, adalah milik keluarga Nasrah Baktiar bersama Ibunya.

Nasrah mengatakan, kue kering tradisional ini sering hadir di acara adat, seperti acara perkawinan, berkunjung ke rumah sanak saudara ataupun di saat hari lebaran.

Nasrah menjelaskan pembuatan kue Karasa terbilang mudah dan unik, sebab adonan dibuat dari tepung beras, gula merah yang dimasukkan kedalam air dan kemudian diaduk merata hingga kental.

Proses selanjutnya, jika adonan tercampur rata lalu dimasukkan ke dalam cetakan yang sudah di lubangi kecil-kecil kemudian digoreng.

Berita Terkait

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

1.300 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama Tikus-Kresek, Ini Kata Bupati

Pastikan Kepatuhan WNA, Imigrasi Parepare Gelar Operasi Wirawaspada di Tator dan Pinrang

Harga Plastik Melonjak 50 Persen, Keuntungan Pedagang Minuman di Pinrang Menipis

Nah, uniknya pada saat di goreng gagang cetakan kue Karasa ini harus ditekuk sambil di putar-putar agar adonan turun merata hingga membentuk jaring yang saling bertumpuk.

Nasrah, pemilik toko kue khas tradisional ini mengatakan dalam sehari bisa memproduksi kue khas tradisional 700 hingga 1000 kue karasa.

“Biasanya 70 bungkus perhari, paling sedikit 70 bungkus. Kalau kemasan biasanya isi 10 biji harga Rp. 8 ribu, kalau kemasan modern 85gram harganya Rp. 10 ribu, ” jelasnya.

Selain itu, dia mengungkapkan ada dua jenis kemasan kue karasa yang disediakan, di antaranya kemasan biasa dan kemasan modern yang tahan hingga dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Kalau bungkus biasa tahan sampe 3 Minggu, kalau bungkus yang modern biasanya tahan hingga 3 bulan,” terangnya.

Radia, salah seorang pembeli mengaku membeli kue karasa sebagai oleh-oleh kepada keluarganya untuk dibawakan nantinya ke Timika, Provinsi Papua.

“Ini kue karasa oleh-oleh untuk keluarga di timika,” imbuhya. (*)

Reporter: Faizal Lupphy

Terkait: Kue KarasaKue TradisionalPinrang

TerkaitBerita

UMS Rappang Kembangkan “Long Bean Choco”, Inovasi Cokelat dari Biji Kacang Panjang di Desa Damai

Editor: Tim Redaksi
15 November 2025

...

Syarif

Pemuda Parepare Jadi Delegasi Workshop Internasional di Malaysia

Editor: Tim Redaksi
28 Juni 2025

...

Sempat Diragukan Tetangga, Pemuda di Parepare Sukses Raup Cuan dari Kedai Kopi Pusa

Editor: Muhammad Tohir
28 Februari 2025

...

Bastian Nonci Nahkodai Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang Parepare

Editor: Muhammad Tohir
13 Januari 2025

...

Berita Terkini

 JCH Embarkasi Makassar Kini Bisa Gunakan Skema Makkah Route

 JCH Embarkasi Makassar Kini Bisa Gunakan Skema Makkah Route

Editor: Muhammad Tohir
26 April 2026

Imigrasi Parepare Perkuat Pencegahan TPPO, Sasar Kelurahan Lemoe

Imigrasi Parepare Perkuat Pencegahan TPPO, Sasar Kelurahan Lemoe

Editor: Muhammad Tohir
26 April 2026

Audisi D’Academy 8, Bupati: Sidrap Punya Banyak Talenta

Audisi D’Academy 8, Bupati: Sidrap Punya Banyak Talenta

Editor: Muhammad Tohir
25 April 2026

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan