• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 16 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

LBH Pers Minta Teror Bangkai Hewan terhadap Tempo Tidak Dianggap Santai

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 Maret 2025
di Nasional
Enam bangkai tikus yang dipenggal yang dilemparkan seseorang pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 02.11 WIB. (Foto: Tempo)

Enam bangkai tikus yang dipenggal yang dilemparkan seseorang pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 02.11 WIB. (Foto: Tempo)

JAKARTA, PIJARNEWS.COM–Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Pers Mustafa Layong mengatakan, bahwa teror pengiriman bangkai hewan yang dialami Tempo sebagai bentuk ancaman kerja-kerja jurnalistik. Dia meminta pemerintah untuk tidak menganggap rentetan teror kepada pers itu dengan santai.

“Teror ini tidak boleh dianggap santai. Berapa banyak serangan berakibat terhadap jiwa yang berawal dari teror-teror semacam ini,” kata Mustafa ketika dihubungi pada Sabtu (22/3/2025) dikutip dari Tempo.co.

Mustafa mengatakan pernyataan Hasan Nasbi terhadap teror yang dialami Tempo menunjukkan ketidakpahaman pemerintah soal Undang-undang Pers dan prinsip demokrasi. Selain itu, dia menilai bahwa pemerintah tidak peduli terhadap keselamatan warga negaranya. “Terlebih jurnalis yang bekerja untuk kepentingan publik,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi berujar bahwa tidak perlu memperbesar peristiwa teror itu. Respons itu ia sampaikan ketika ditanya ihwal teror pengiriman kepala babi yang ditujukan ke jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana atau akrab disapa Cica.

Nasbi justru melempar guyon agar kepala babi yang dikirimkan ke Kantor Tempo itu untuk dimasak.

Berita Terkait

Wamen Sebut Literasi Jadi Tantangan Haji dan Umroh, Jurnalistik Islam IAIN Parepare Punya Peran Penting

Tingkatkan Kemampuan Staf, KPU Sidrap Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Diduga Teror Karya Jurnalistik, Kantor Tempo Mendapat Kiriman Kepala Babi

Wartawan Tidak Boleh Tidur, Adaptasi Teknologi AI Asal Kedepankan Etika

Menurut dia, Cica juga merespons teror pengiriman kepala babi itu dengan lelucon.

“Saya lihat medsos Cica. Dia minta dikirim daging babi. Artinya dia tidak terancam,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (21/3/2025).

Sepekan terakhir, Tempo tercatat kedapatan dua kali dikirimkan teror berupa bangkai hewan oleh orang tidak dikenal. Peristiwa pertama terjadi pada 19 Maret 2025.

Kala itu, kantor redaksi Tempo menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga. Paket tersebut dikirim oleh kurir yang memakai atribut aplikasi pengiriman barang.

Kantor redaksi Tempo mendapatkan kiriman kedua berupa kotak berisi bangkai tikus yang dipenggal. Petugas kebersihan Tempo menemukannya kardus berisi enam ekor tikus pada Sabtu (22/3/2025)  pukul 08.00 WIB.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan kiriman bangkai tikus makin memperjelas teror untuk redaksi Tempo. Sebelum bangkai tikus, redaksi Tempo menerima pesan ancaman melalui media sosial melalui akun Instagram @derrynoah pada 21 Maret 2025. Pengendali akun itu menyatakan akan terus mengirimkan teror. Narasi itu tertulis, “sampai mampus kantor kalian”.

Menurut Setri, kiriman tikus adalah teror terhadap kerja media dan kebebasan pers. “Pengirimnya dengan sengaja meneror kerja jurnalis,” katanya. “Jika tujuannya untuk menakuti, kami tidak gentar tapi setop tindakan pengecut ini.” (*)

Sumber: Tempo.co

Terkait: JurnalistikTeror

TerkaitBerita

DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 Mei 2026

...

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

...

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

...

Punya Bakat Dangdut? Catat Syarat dan Jadwal Audisi Dangdut Academy Indosiar di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

...

Berita Terkini

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Editor: Muhammad Tohir
14 Mei 2026

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan