• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 29 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Melanjutkan Proyek Ambisius IKN di Tengah Jeritan Rakyat

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 September 2025
di Opini
Pujiana, S.Pd

Pujiana, S.Pd

Oleh : Pujiana, S.Pd

(Aktivis Muslimah dan Pemerhati Kebijakan Publik)

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menjadi fokus pemerintah dalam upaya maksimal infrastruktur proyek strategis Nasional, pasalnya ini menjadi target penyelesaian dari kebijakan pemerintahan sebelumnya.

Melalui pernyataan Sekretaris Jenderal Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bimo Adi Nursanthyasto menyebut, kebutuhan anggaran IKN tahun 2026 mencapai Rp21, 18 Triliun, untuk sementara anggaran yang sudah dialokasikan sebesar Rp6, 2 Triliun.

Terkait kekurangan anggarannya akan diusulkan melalui surat resmi oleh kepala OIKN kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN, dana tersebut sebesar Rp14, 92 Triliun.

Berita Terkait

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Judol Menghilangkan Nyawa

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Dana ini di butuhkan untuk keperluan pembangunan kawasan DPR Yudikatif di wilayah IKN.16/09/25 (tribunnews.com)

Proyek besar pembangunan IKN ini membutuhkan biaya fantastis yakni sebesar Rp466 Triliun sehingga tidak heran, pemerintah mencoba menggalang dana dari berbagai sumber termasuk menarik minat para investor asing.

Tetapi, melalui pernyataan anggota Komisi V DPR RI, Suryadi Jaya Purnama mengatakan, negara lain yang ingin berinvestasi ke IKN masih berupa letter of intense atau masih berupa berminat dalam surat pernyataannya, hingga saat ini masih belum ada investor yang merealisasikan minat tersebut. (http.ekonomi.bisnis.com).

Melihat perihal ini, tentunya akan sangat berpengaruh dengan tingkat kepercayaan publik,  pembangunan mega proyek yang menjadi cita-cita besar akan berada pada kondisi mangkrak, padahal sudah menelan biaya yang banyak.

Di tengah kondisi ini banyak problematik sosial dan masyarakat dari realita pembangunan IKN, misal konflik lahan dan menjadi kawasan marak praktik prostitusi bahkan transaksi narkoba. Bukannya memperbaiki citra baik untuk IKN tetapi justru membangun citra buruk dengan keberadaan mega proyek tersebut.

Melihat sistuasi Indonesia akhir-akhir ini sedang tidak dalam kondisi baik, badai PHK yang berimbas pada pengangguran makin meningkat, pajak makin mencekik dan inflasi semakin tidak terkendali.

Dalam kondisi ini para penguasa meminta kenaikan gaji dan berbagai fasilitas tunjangan termasuk permintaan kelanjutan pembangunan gedung dan kawasan yudikatif serta legislatif, pembangunan hunian pendukung ekosistem yudikatif legislatif, pembangunan infrastfuktur aksesbilitas dan utilitas kawasan yudikatif legislatif dan terakhir penataan kawasan pusat pemerintahan dan dukungan layanan, semua ini terlingkup dalam wilayah OIKN.

Pemindahan Ibu Kota dalam Perspektif Islam

Dalam pandangan Islam, Ibu Kota harus memiliki nilai politik untuk menjaga stabilitas negara, kekuatan penuh agar memikirkan dampak dari tantangan dan ancaman yang ada ke depannya.

Tidak hanya memikirkan soal anggaran semata, nilai ideologi harus menjadi acuan utama dalam membangun simbol besar sebuah negara, serta pandangan strategis yang akan menentukan arah tujuan sebuah bangsa.

Sementara yang terjadi pada target capaian IKN masih persoalan teknis dan anggaran, ini menandakan rencana prematur untuk pembangunan sebuah Ibu Kota negara.

Pembangunan ibu kota harus butuh perencanaan luar biasa dan matang, selama masa transisi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu, apatah lagi membebankan rakyat dengan upaya pembangunan tersebut.

Semua hal berkaitan dengan kebutuhan rakyat baik fasilitas dan hajat kebutuhan lain harus terpenuhi terlebih dahulu, tidak serta merta merencanakan proyek lain tanpa hal utama belum terpenuhi.

Dan anggaran juga memiliki perencanaan dan sumber yang tepat, berdiri secara mandiri tanpa tergantung dari sumber lain apalagi meminta pihak asing swasta itu akan berdampak pada kerugian negara itu sendiri.

Penguasa dalam Islam akan memikirkan dan mengurusi hal urgent menjadi kebutuhan mendesak, semisal melihat kondisi bangsa ini pengangguran meningkat akan berdampak pada terbukanya jurang kemiskinan yang makin meluas, maka harusnya pemimpin bagaimana memikirkan lapangan pekerjaan dari pada menghabiskan anggaran berpuluh triliun demi ambisi membangun Ibu Kota negara.

Ini justru tidak mendatangkan kemasalatan bagi rakyat tapi memberikan pil pahit yang semakin menyengsarakan rakyat.

Dalam sejarah peradaban Islam, pernah terjadi pemindahan Ibu Kota, bahkan berlangsung sebanyak empat kali, alasaan di balik itu karena sistuasi politik, bukan terkait masalah teknis.

Perpindahan pertama adalah dari Madinah ke Damaskus pada awal pemerintahan Bani Umayyah, perpindahan kedua pada saat kebangkitan Bani Abbasiyah dari Damaskus ke Bagdad, Perpindahan ketiga pasca hancurnya Bagdad oleh serbuan Mongol dan berpindah ke Kairo dan setelah itu berpindah ke Istanbul Turki.

Adapun anggaran pemindahan memiliki pos khusus tanpa menganggu anggaran untuk kepentingan rakyat apatah lagi sampai berhutang, pos khusus ini sudah memiliki rancangan teknis semisal keuntungan dari pengelolaan SDA yang sudah melimpah hasilnya, bisa jadi juga dari zakat yang berlebihan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat dan itu tercangkup dalam Baitul Mal  tempat khusus mengatur pemasukan dan pengeluaran belanja untuk kebutuhan negara.

Terpenting keberadaan Ibu kota tidak memunculkan kezaliman dan sumber maksiat, terbangunnya untuk meningkatkan ketakwaan masyarakat, tidak menzalimi alam dengan merusak alam yang sudah ada, harus mendatangkan rahmat bagi seluruh alam.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Qashash: 59, artinya:

“Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri,sebelum ia mengutus Rasul di Ibu kotanya dan membacakan ayat-ayat kami kepada mereka, dan tidak pernah pula kami membinasakan penduduknya kecuali mereka berbuat zalim”.

Wallahualam bissaw’wab

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 April 2026

...

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Berita Terkini

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 April 2026

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan