• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : 8 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 2)

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Oleh : Tamsil Hadi, MM*

BeritaTerkait

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

19 Agustus 2026
Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

11 Agustus 2026
Pajak : Ketika Rakyat Jadi Tumpuan

Pajak : Ketika Rakyat Jadi Tumpuan

5 Agustus 2026
Manajer KDKMP,  Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

Manajer KDKMP, Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

24 Juli 2026

OPINI — Sebelumnya kita sudah membahas bangunan perspektif tentang kebahagiaan, kebutuhan, rezeki, sedekah, dan utang. Diharapkan kejernihan dalam memaknai perkara-perkara tersebut memberi pengaruh yang positif dalam manajemen keuangan keluarga yang kita rancang. Selanjutnya kita akan merumuskan prinsip-prinsip perencanaan keuangan keluarga. Meski mulai menyinggung tentang fungsi pertama dalam manajemen yaitu perencanaan (planning), tapi bahasan kita belum sepenuhnya bersifat teknis. Pendekatannya masih menggabungkan antara aspek teknis dan aspek non teknis.

Prinsip-prinsip ini nantinya menjadi asas (dasar) berpikir dan kaidah dalam mengambil keputusan keuangan. Tentang pentingnya perencanaan ini sendiri, bisa dihubungkan dengan racikan ala Stephen Covey ketika membahas tentang kebiasaan manusia efektif (7 Habits of Highly Effective People). Pada kebiasaan nomor dua dikatakan – Begin with the End in Mind – yang bisa diartikan mulai (sesuatu) dengan memikirkan akhirnya. Semangat ungkapan ini mirip dengan yang diinginkan dalam fungsi perencanaan. Ada pandangan (outlook) yang berdimensi masa datang. Jika dibawa ke konteks keuangan keluarga, perencanaan itu bisa memberikan arah, berfungsi sebagai navigasi, sekaligus alat kontrol terhadap setiap tindakan keuangan. Jadi misalkan diawal bulan kita menyusun perencanaan, maka disaat yang sama sudah ada proyeksi kondisi keuangan keluarga pada akhir bulan. Tentu perencanaan yang dibuat, didesain untuk menghasilkan posisi keuangan yang surplus diakhir periode, bukan minus atau defisit.

Laman 1 dari 6
12...6Selanjutnya
Terkait: Keuangan KeluargaManajemen

BeritaTerkait

Suasana di Dapur RSUD

RSUD Andi Makkasau Terapkan Aturan Permenkes untuk Layanan Makanan Pasien

Editor: Tohir Muhammad
18 Juni 2023

...

Dirjen Pendis Kemenag RI Kunjungi IAIN Parepare

Dirjen Pendis Kemenag RI Kunjungi IAIN Parepare

Editor: Tohir Muhammad
5 November 2020

...

MN Hamang

OPINI: Manajemen Otak atau Pikir

Editor: Tohir Muhammad
23 Oktober 2020

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi