• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 23 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : 8 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 2)

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Oleh : Tamsil Hadi, MM*

BeritaTerkait

Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

16 Juli 2026
Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026
Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Tamsil Hadi
Oleh : Tamsil Hadi, MM*

8. REVIU KEUANGAN SECARA BERKALA
Dibutuhkan kedisiplinan kuat untuk bisa menerapakan prinsip keuangan keluarga. Dalam perjalanan akan banyak hambatan, kendala, bahkan yang sifatnya mengganggu apa yang telah menjadi perencanaan. Kadang kala yang dibutuhkan adalah berdiri secara kokoh diatas prinsip dan acuan yang telah dibuat. Ini jelas sikap yang harus diutamakan. Namun kadang kala juga ada situasi yang tidak bisa dihindari, mendadak, dan sifatnya mendesak, yang pada akhirnya memaksa kita untuk melakukan penyesuaian, bahkan mengharuskan adanya restrukturisasi anggaran. Misalkan saja, tiba-tiba ada keluarga dekat yang meninggal diseberang pulau, sehingga menuntut ada pengeluaran tiba-tiba (shock expenditure) yang jumlahnya mungkin tidak sedikit. Tentu dengan adanya perubahan alokasi ini berdampak pada komponen yang lain. Akhirnya untuk menjaga kesehatan keuangan keluarga, sebagian komponen perlu dianggarkan ulang atau malah dikeluarkan. Ini adalah bagian dari aktivitas reviu keuangan yang secara berkala penting dilakukan, minimal sekali dalam sebulan, atau dengan intensitas lebih banyak sesuai dengan periode keuangan yang dirancang.

Demikian 8 (delapan) prinsip perencanaan keuangan keluarga yang perlu menjadi asas/dasar yang dipegang kuat. Sehingga berapapun jumlah dana yang dikelola itu senantiasa bersifat mencukupi, berfungsi memenuhi, dan berdampak menenangkan. Apalah artinya dana besar yang dikelola, penghasilan yang banyak, tapi hanya memberi kesenangan sesaat saat dibelanjakan. Disebabkan karena keuangan tidak dikelola secara tidak tepat, tidak berdasar prinsip yang jelas, akhirnya ketenangan tadi berubah menjadi kegelisahan, kegalauan, kesempitan, dan kegentingan hidup. (Bersambung)

*Penulis adalah salah satu admin Grup FB Klub Belajar Keuangan dan Akuntansi.

Laman 6 dari 6
sebelumnya1...56
Terkait: Keuangan KeluargaManajemen

BeritaTerkait

Suasana di Dapur RSUD

RSUD Andi Makkasau Terapkan Aturan Permenkes untuk Layanan Makanan Pasien

Editor: Tohir Muhammad
18 Juni 2023

...

Dirjen Pendis Kemenag RI Kunjungi IAIN Parepare

Dirjen Pendis Kemenag RI Kunjungi IAIN Parepare

Editor: Tohir Muhammad
5 November 2020

...

MN Hamang

OPINI: Manajemen Otak atau Pikir

Editor: Tohir Muhammad
23 Oktober 2020

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi