• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 22 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Apa Kabar Indonesia, Negeri Warisan para Pahlawan

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
10 November 2017
di Opini

Penulis: Irfan (Mahasiswa UPP PGSD Parepare FIP UNM – kader HMI)

PIJAR OPINI — Hari ini 10 November bertepatan dengan hari pahlawan. Mari kita istirahat sejenak, memikirkan tentang Indonesia karena yang diperjuangkan, diamanahkan, dan diwariskan oleh para pahlawan.

Kita mulai dengan pertanyaan sederhana. Apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini ? amankah ? damaikah? Atau malahan kacau ?.

Dalam menjawab pertanyaan sederhana itu mari kita melihat perkembangan yang terjadi. Ada beberapa kejadian yang terjadi di negeri kita. Mulai dari pembubaran HTI, perdebatan UU ormas, riuh persoalan Eggi Sudjana, Setya Novanto, sampai Felix Siauw.

Berita Terkait

Judol Menghilangkan Nyawa

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Dari semua itu dapat kita lihat bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Ada banyak masalah serius di dalamnya. Salah satu masalah yang menurut penulis paling urgen adalah merebaknya paham radikal yang ingin mengganti pancasila.

Meskipun ormas yang getol memperjuangkan hal itu sudah dibubarkan. Namun gagasannya tidak mati begitu saja. Tokoh yang menyebarkan paham radikalis masih leluasa, menjadi pemateri, mengisi ceramah, merekrut pengikut.



Bayangkan jika paham radikal yang ingin mengganti Pancasila ini berkembang dan mempunyai massa yang sangat banyak? Yang penulis khawatirkan, mereka justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang punya kepentingan politis, juga kepentingan ekonomis. Dua hal yang getol dirongrong saat ini.

Metode pihak tertentu itu jelas, yaitu metode belah bambu atau adu domba. Menciptakan kekacauan di suatu negara. Jika antek-antek mereka yang menang, maka mereka akan menjadikan orang-orang mereka sebagai pemimpin negeri ini. Kebijakan yang lahir kemudian adalah kebijakan yang menguntungkan pihaknya dan merugikan Indonesia.

Tidakkah kita mengambil pelajaran pada negara Afganistan, Suriah, dan Yaman ? Awalnya adalah menyebarkan pahaman radikal agar antara masyarakat saling berperang bahkan lebih parah yang berperang adalah sesama muslim.

Kita sebagai WNI yang diwajibkan membela negara harus mempunyai kontribusi untuk mencegah hal ini. Karena jika kita berdiam diri dan menutup mata maka dampak buruknya akan menimpa diri sendiri.

Sebenarnya mudah untuk mencegah pahaman itu. Minimal dengan menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia. Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia kita perlu mengkaji makna filosofis dari Pancasila dan tahu sejarah negeri ini. Selanjutnya, kita jangan mudah diprovokasi oleh berita-berita hoax. Penulis terinspirasi petuah Sayyidina Ali; Jika kamu tahu kebenaran itu,maka kamu akan tahu kemana harus berpihak.

Semoga pada momentum hari pahlawan ini, kita mendalami makna kecintaan pada Indonesia. Bahwa negeri yang lahir atas perjuangan para pahlawan ini sedang dirongrong dari dalam. Dan kita wajib mencegahnya! (*)

Terkait: Hari PahlawanOpiniPGSD Parepare

TerkaitBerita

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

Wali Kota Parepare Dukung Musda VI ICMI, Jadi Momentum Perkuat Persatuan Ormas Islam

Wali Kota Parepare Dukung Musda VI ICMI, Jadi Momentum Perkuat Persatuan Ormas Islam

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

498 Peserta PPG IAIN Parepare Lulus, Tingkat Kelulusan Capai 99 Persen

498 Peserta PPG IAIN Parepare Lulus, Tingkat Kelulusan Capai 99 Persen

Editor: Muhammad Tohir
20 April 2026

Pimpin Upacara HKN, Tasming Hamid Tekankan Peran ASN sebagai Pelayan Publik dan Penyampai Informasi Valid

Pimpin Upacara HKN, Tasming Hamid Tekankan Peran ASN sebagai Pelayan Publik dan Penyampai Informasi Valid

Editor: Muhammad Tohir
20 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan