• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 18 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Apa Kabar Indonesia, Negeri Warisan para Pahlawan

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
10 November 2017
di Opini

Penulis: Irfan (Mahasiswa UPP PGSD Parepare FIP UNM – kader HMI)

PIJAR OPINI — Hari ini 10 November bertepatan dengan hari pahlawan. Mari kita istirahat sejenak, memikirkan tentang Indonesia karena yang diperjuangkan, diamanahkan, dan diwariskan oleh para pahlawan.

Kita mulai dengan pertanyaan sederhana. Apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini ? amankah ? damaikah? Atau malahan kacau ?.

Dalam menjawab pertanyaan sederhana itu mari kita melihat perkembangan yang terjadi. Ada beberapa kejadian yang terjadi di negeri kita. Mulai dari pembubaran HTI, perdebatan UU ormas, riuh persoalan Eggi Sudjana, Setya Novanto, sampai Felix Siauw.

Berita Terkait

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Hilangnya Wibawa Guru, Generasi Tergerus Sistem Buruk

Dari semua itu dapat kita lihat bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Ada banyak masalah serius di dalamnya. Salah satu masalah yang menurut penulis paling urgen adalah merebaknya paham radikal yang ingin mengganti pancasila.

Meskipun ormas yang getol memperjuangkan hal itu sudah dibubarkan. Namun gagasannya tidak mati begitu saja. Tokoh yang menyebarkan paham radikalis masih leluasa, menjadi pemateri, mengisi ceramah, merekrut pengikut.



Bayangkan jika paham radikal yang ingin mengganti Pancasila ini berkembang dan mempunyai massa yang sangat banyak? Yang penulis khawatirkan, mereka justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang punya kepentingan politis, juga kepentingan ekonomis. Dua hal yang getol dirongrong saat ini.

Metode pihak tertentu itu jelas, yaitu metode belah bambu atau adu domba. Menciptakan kekacauan di suatu negara. Jika antek-antek mereka yang menang, maka mereka akan menjadikan orang-orang mereka sebagai pemimpin negeri ini. Kebijakan yang lahir kemudian adalah kebijakan yang menguntungkan pihaknya dan merugikan Indonesia.

Tidakkah kita mengambil pelajaran pada negara Afganistan, Suriah, dan Yaman ? Awalnya adalah menyebarkan pahaman radikal agar antara masyarakat saling berperang bahkan lebih parah yang berperang adalah sesama muslim.

Kita sebagai WNI yang diwajibkan membela negara harus mempunyai kontribusi untuk mencegah hal ini. Karena jika kita berdiam diri dan menutup mata maka dampak buruknya akan menimpa diri sendiri.

Sebenarnya mudah untuk mencegah pahaman itu. Minimal dengan menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia. Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia kita perlu mengkaji makna filosofis dari Pancasila dan tahu sejarah negeri ini. Selanjutnya, kita jangan mudah diprovokasi oleh berita-berita hoax. Penulis terinspirasi petuah Sayyidina Ali; Jika kamu tahu kebenaran itu,maka kamu akan tahu kemana harus berpihak.

Semoga pada momentum hari pahlawan ini, kita mendalami makna kecintaan pada Indonesia. Bahwa negeri yang lahir atas perjuangan para pahlawan ini sedang dirongrong dari dalam. Dan kita wajib mencegahnya! (*)

Terkait: Hari PahlawanOpiniPGSD Parepare

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Editor: Muhammad Tohir
14 Mei 2026

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan