• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 20 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Internalisasi Nilai-nilai Agama, Budaya, dan Kearifan Lokal dalam Pencegahan Korupsi

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
13 Mei 2020
di Opini
agus t

Oleh : Dr. Agus Triyono, MSi*

OPINI — Sebentar lagi bulan ramadan akan meninggalkan kita semua. Ada yang senang dan bahagia, ada pula kesedihan mendalam karena harus ditinggalkan bulan ramadan tahun ini. Hari-hari dipenghujung ramadan sudah di depan mata. Apalagi perayaan akbar idul fitri yang ke 1441 H akan dirayakan dalam suasana pandemi covid-19. Perpisahan ini akan menjadi sejarah dalam sepanjang hidup dimuka bumi ini. Belum tentu tahun depan kita akan bertemu dengan bulan ramadan seperti ini lagi. Hanya sang Khalik yang tahu dan memiliki agenda ini.
Dari ramadan ke ramadan berikutnya kita mesti mencatat bahwa, perilaku korupsi masih merajalela di dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Berita penangkapan aktor korupsi terus berulang dengan pejabat yang berbeda dari pusat hingga daerah. Upaya pencegahan dan penangkapan bagi para pelaku korupsi oleh penegak hukum sudah sering dilakukan. Namun, belum dapat dikatakan berhasil karena dianggap masih memiliki pekerjaan rumah yang jauh dari harapan masyarakat. Selain dari aspek penegakan hukum, bagaimana peran dan juga dukungan para tokoh agama dalam ikut serta membantu edukasi dalam rangka pencegahan korupsi patut untuk menjadi catatan tersendiri.
Agama mengajarkan segala kebaikan, kejujuran, menjaga amanah, nilai-nilai luhur yang mestinya dapat diterapkan semua umat manusia. Hal itulah mestinya mampu mencegah perilaku yang korup, yang kini masih dalam pantauan penegak hukum, dan juga masyarakat. Kenyataannya sekarang ini kondisi negeri ini, masih saja belum dapat mengalami peningkatan signifikan dalam mengatasi kejahatan korupsi yang dianggap exstra ordinary ini.

Dalam nilai-nilai agama sudah sangat sering diajarkan, bagaimana memaknai ajaran-ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Jika hal itu diterapkan, maka keniscayaan dalam rangka mengurangi pelaku korupsi bukanlah hal yang mustahil. Dalam agama juga sudah dituliskan dengan mengajarkan untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi.

Seperti dalam penggalan surat Al Baqarah ayat 11 “waiza qila lahum la tufsidu fil ard” kurang lebih artinya adalah “janganlah kalian membuat kerusakan di bumi ini”. Dalam konteks korupsi adalah satu hal yang juga merusak bumi ini. Merubah tatanan dan banyak melakukan kemudaratan. Lantas apa yang salah jika perilaku korupsi masih saja terjadi dan terus merusak generasi ke generasi ini? Apa yang salah dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran agama? Tentu bukanlah nilai-nilainya, tetapi bagaimana orang mampu memaknai nilai yang terkandung dalam ajaran agama tersebut.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita semua. Para tokoh agama, ulama, ustadz, ustadzah, guru agama, dan semua saja untuk ikut serta melakukan kampanye dengan skala yang lebih besar dalam memerangi korupsi.

Berita Terkait

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Diperlukan gerakan yang lebih aktif dan masif lagi untuk menyampaikan pesan dan makna dalam ajaran agama yang mengandung nilai-nilai kebenaran. Peran tokoh-tokoh tersebut menjadi salah satu harapan kita semua, karena memiliki pengaruh yang besar. Korupsi sangat mengganggu harapan banyak orang, karena korupsi menjadi sesuatu hal yang merusak kehidupan dan tatanan sistem yang sudah ada.

Pemahaman Agama melalui Budaya

Kita sadar negeri ini dihuni dengan mayoritas muslim yang sangat besar, jumlahnya sangat mayoritas ini. Setiap saat kita sering melihat di banyak media ada banyak kegiatan keagamaan dengan program-program yang hampir menghiasi media massa kita. Majelis pengajian, majelis taklim, dan banyaknya lagi kegiatan lain yang dikemas dengan berbagai acara. Kita patut bersyukur karena kegiatan itu menjadi siar dan dakwah yang harus dilakukan. Memang tidak ada yang salah dalam kegiatan itu, bahkan kalau perlu ditingkatkan lagi. Tetapi perlu dicatat bahwa, ada hal pokok yang mesti harus ditekankan. Bagaimana menyampaikan pesan tersebut dapat dipahami secara baik dan benar. Bagaimana memberikan dan mentransfer makna dalam ajaran agama itu diperlukan strategi dan kreatifitas. Dengan harapan mampu dicerna dan dipahami secara benar dan tertancap dalam sanubari khalayak.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: AgamaPencegahan KorupsiRamadan

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Layanan Kilat Paspor Imigrasi Parepare: Bukan Soal Gengsi, Tapi Solusi untuk Warga Tak Punya Kemewahan Waktu

Layanan Kilat Paspor Imigrasi Parepare: Bukan Soal Gengsi, Tapi Solusi untuk Warga Tak Punya Kemewahan Waktu

Editor: Muhammad Tohir
19 Mei 2026

Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Editor: Muhammad Tohir
19 Mei 2026

Haru Warnai Pelepasan JCH Parepare, Tasming Hamid Sampaikan Pesan Ini

Haru Warnai Pelepasan JCH Parepare, Tasming Hamid Sampaikan Pesan Ini

Editor: Muhammad Tohir
19 Mei 2026

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan