• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 20 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Internalisasi Nilai-nilai Agama, Budaya, dan Kearifan Lokal dalam Pencegahan Korupsi

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
13 Mei 2020
di Opini
agus t

Oleh : Dr. Agus Triyono, MSi*

agus t
Oleh : Dr. Agus Triyono, MSi*

Kenapa korupsi masih saja terjadi di berbagai level? Bahkan di lembaga-lembaga pemerintahan pusat hingga daerah? Inilah hal yang mesti kita cari benang merahnya. Tentu, pasti ada yang salah dalam diri orang per orang dalam penerapan nilai-nilai keislaman yang sedang berlangsung selama ini, sehingga banyak oknum melakukan tindak korupsi.

Kita juga sadar bahwa diakui budaya korupsi tidak serta merta dapat dikikis dengan norma agama. Tetapi paling tidak dan terpenting bagaimana memahami pemahaman agama yang benar itu menjadi fokus utamanya. Seperti apa? Setidaknya, agama harus terinternalisasi dalam diri manusia. Kegiatan demi kegiatan bisa saja dilakukan sebagaimana mestinya. Tapi mesti diingat bahwa hal itu juga terkadang merupakan hal klise. Orientasinya adalah bagaimana proses internalisasi terhadap pemaknaan nilai-nilai itu menjadi substansi yang utama, bukan justru kegiatannya yang menjadi prioritas. Inilah yang menjadi hal sangat penting dalam penerapan nilai agama dalam proses pencegahan korupsi. Jika internalisasi ini berhasil dan bisa meresap dalam diri, Insyaallah dapat diimplementasikan pada masyarakat, sekaligus sebagai bentuk komunikasi antar manusia (habluminannas) yang lebih bernilai.

Negeri ini banyak memiliki keaneragaman budaya. Ada budaya jawa, batak, sunda dan lain sebagainya. Dan agama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya yang ada. Kebudayaan kita secara langsung maupun tidak langsung diperkaya dengan ajaran agama. Dalam perspektif Islam dapat diterjemahkan melalui sikap dan perilaku yang telah diajarkan dalam agama. Dalam budaya juga mengajarkan kebaikan seperti dalam ajaran agama. Kebaikan mengandung dua nilai yang harus dipahami. Ada khair dan ma’ruf yang wajib diketahui maknanya. Khair memiliki makna kebaikan dari sang pencipta Allah SWT yang sangat luas dan bersifat umum. Sementara ma’ruf lebih berorientasi pada kebaikan yang dikenal melalui budaya-budaya lokal yang wajib kita lestarikan.

Kedua hal inilah menjadi pondasi kita dalam mengimplementasikan kebaikan dalam kasanah nilai kearifan lokal. Jika ini menjadi bagian dari substansi pencegahan korupsi, ada baiknya dilakukan dengan optimisme yang tinggi. Karena kita sadar bahwa Islam itu bersifat universal, dan harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Menanamkan kejujuran dalam budaya adalah wajib dilakukan. Utamanya budaya dimulai dari dalam keluarga, kemudian baru lingkungan yang lain seperti di sekolah, kampus, atau tempat aktivitas lainnya.

Nilai-nilai agama bukanlah sesuatu yang di dapat secara instan. Ada proses internalisasi yang memakan waktu cukup lama. Dan budaya memberikan dukungan yang besar untuk membentuk karakter itu jauh lebih kuat. Budaya inilah harus dirawat idealismenya melalui kearifan lokal, kesederhaan, kejujuran yang menyertainya untuk generasi ke generasi berikutnya. Termasuk tradisi dan budaya kita menjelang akhir ramadan dan merayakan hari besar idul fitri. Semoga penyakit korupsi mampu terkikis melalui kekayaan budaya yang kita miliki. Ditambah potensi kearifan lokal yang tinggi diharapkan mampu membentuk internalisasi yang tinggi dalam memaknai ajaran agama melawan korupsi. Selamat menyongsong hari-hari yang fitri. Salam kebaikan, minal aidin wal faidin, mohon maaf lahir dan batin.

Berita Terkait

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

*Penulis adalah Pakar Komunikasi Publik, Mitra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta,
Dosen di Universitas Dian Nuswantoro. 

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: AgamaPencegahan KorupsiRamadan

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Layanan Kilat Paspor Imigrasi Parepare: Bukan Soal Gengsi, Tapi Solusi untuk Warga Tak Punya Kemewahan Waktu

Layanan Kilat Paspor Imigrasi Parepare: Bukan Soal Gengsi, Tapi Solusi untuk Warga Tak Punya Kemewahan Waktu

Editor: Muhammad Tohir
19 Mei 2026

Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Editor: Muhammad Tohir
19 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan