• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 23 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini; Literasi Ideologi di Kampus

Adil Abdillah Editor: Adil Abdillah
1 Juni 2018
di Opini
Opini; Literasi Ideologi di Kampus

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Serangan teror yang terjadi beberapa waktu lalu banyak melahirkan banyak spekulasi, dan kampus adalah lembaga yang berpotensi terpapar faham radikal dan ideologi yang keliru.

Kehidupan kampus adalah kehidupan pencarian, pembentukan, dan membangun karakter ukhuwah dalam toleransi ideologi dan keberagamaan, kehidupan kampus menjadi sebuah wacana penting dalam menangkal radikalisme.

Penelitian Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2017 mencatat 39 % mahasiswa di 15 provinsi di Indonesia yang menjadi responden terindikasi tertarik pada faham radikal. Hal ini diperkuat oleh keterlibatan seorang lulusan PTN yang terlibat teror di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sejatinya kecerdasan sosial adalah sikap yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bertoleransi, ditinjau dari segi psikologis sikap tidak toleran atau intoleransi disebabkan karena pengetahuan yang dangkal dan menimbulkan sikap picik, cenderung menyerang orang lain yang berbeda pendapat dengannya, dan orang yang intoleransi memiliki pengetahuan yang dangkal.

Kasus-kasus intoleransi juga terjadi akibat adanya sikap ekslusivitas dari kelompok tertentu termasuk dalam bentuk yang mudah mengkafirkan orang lain atau takfiri, penyesatan dan pengkafiran adalah bentuk kekerasan teologis. Kemudian diikuti kegiatan fisik dan berdampak serius terhadap kebebasan beragama.

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Pengetahuan dasar basic knowledge Agama, wawasan kebangsaan dan kebhinekaan dalam bingkai NKRI harus dimiliki oleh setiap mahasiswa, sehingga tidak mudah terprovokasi faham yang radikal (radikalisme) dan gerakan keagamaan yang reaksioner (fundamentalisme).

Menteri Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir dalam kunjungannya ke Universitas Bandar lampung, Senin, 14 Mei 2018 meminta perguruan tinggi tegas dalam menolak berkembangnya faham radikalisme.

“Saya ingin kampus menjadi pintu utama menangkal radikalisme, kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan, kampus harus menolak radikalisme dan intoleransi, meminta para pemimpin perguruan tinggi dan mahasiswa untuk memiliki empati dan rasa yang mendalam tentang tragedi bom di surabaya,” ungkapnya.

Mentransformasi ideologi radikal menjadi tidak radikal (deradikalisasi) merupakan proses kognitif atau memoderasi pemikiran dan keyakinan melalui sentuhan literasi sosial, agama dan budaya secara aktif, memfasilitasi mahasiswa dengan pengetahuan yang genuine dan selektif dalam memilah-milah arus globalisasi, keterbaruan informasi dan pemahaman terhadap kearifan lokal (local wisdom) yang beragam yang diwariskan bangsa ini mampu membentengi watak generasi sehingga tidak mudah terprovokasi oleh informasi dan narasi provokatif yang berkembang di media sosial dan memiliki toleransi ideologi yang islami.(*)

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Berita Terkini

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan