• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 6 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Mahasiswa Aktivis dan Mahasiswa Akademis

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 Juli 2024
di Opini
OPINI: Mahasiswa Aktivis dan Mahasiswa Akademis

Oleh : Asyraf Alharaer Assegaf (Mahasiswa IAIN Parepare)

Mahasiswa sebutan bagi orang awam adalah dia terpelajar yang sedang menempuh di sebuah perguruan tinggi bahkan dianggap sebagai “dia seorang intelek”. Sebagai agen perubahan, penyambung lidah yang memiliki tanggung jawab signifikan terhadap masyarakat, bangsa dan negara, mahasiswa juga berperan sebagai pendorong dan penggerak dinamika sosial.

Namun, fakta lapangan menunjukkan bahwa status sebagai intelek dan agen perubahan yang diagung-agungkan ini sering kali hanyalah formalitas, banyak mahasiswa yang kurang terlibat dalam peran sosial yang sebenarnya dan lebih fokus pada pencapaian akademis tanpa mempraktikkan pengetahuan mereka untuk kepentingan masyarakat luas.

Bukankah mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi, inovasi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat? Situasi seperti inilah menimbulkan tantangan bagi mahasiswa untuk benar-benar mewujudkan peran mereka sebagai agen perubahan dan tidak hanya sebatas gelar atau status.

BeritaTerkait

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

15 Juni 2026
Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

13 Juni 2026
Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

31 Mei 2026

Kampus sebagai wadah meningkatkan kapasitas pengetahuan, teori-teori keilmuan, dan pengalaman, juga banyak dinamika bumbu-bumbu kebahagiaan di dalamnya, salah satunya menjadi mahasiswa aktivis; dulu muka sangar, rambut gondrong, celana robek dan suara yang keras saat orasi meminta keadilan kadang menjadi kacamata pandang seorang bahwa dia aktivis, lalu bagimana dengan mahasiswa style kemeja, celana kain dan ukuran rambut rapi?

Pada dasarnya, mahasiswa aktivis tidak hanya dilihat dari penampilan semata, tetapi juga harus mampu menyeimbangkan antara akademik dan kegiatan ekstrakurikuler “organisasi” di luar bangku perkuliahan.

Mahasiswa aktivis yang ideal adalah mereka yang mampu berkontribusi secara nyata dalam lingkungan sekitar, menjadi teladan bagi rekan-rekannya, dan menunjukkan bahwa keberhasilan akademik tidak harus mengorbankan partisipasi aktif dalam kegiatan di luar kelas.

Tetapi kebanyakan lebih memilih menjadi mahasiswa akademis; kuliah pulang-kuliah pulang (kupu-kupu) adalah gaya hidup yang umum di kalangan mahasiswa.

Banyak mahasiswa yang memilih untuk fokus pada akademis saja karena berbagai alasan, seperti mengejar prestasi akademik, memenuhi ekspektasi keluarga untuk mencapai segera studi, atau karena mereka merasa lebih nyaman dengan rutinitas yang teratur tepat waktu mungkin segera usai dari kampus.

Memang benar menjadi tanggungjawab moral pribadi terhadap orangtua di rumah lebih ke arah, “Nak, selesaikan segera pendidikannya/studi kamu di kampus jangan mau jadi donatur kampus, berlama-lama di kampus.” Lontaran orang tua di rumah kebanyakan seperti itu dan banyak menjadi hambatan untuk kurang berinteraksi di lingkungan sosial sehingga mungkin tidak ikut dalam organisasi di kampus.

Menjadi pengalaman pribadi banyak menjadi cerita dan motivasi untuk tetap memilih tetaplah belajar tidak hanya di bangku perkuliahan saja, tapi mari terus belajar meluangkan waktu membuka forum-forum diskusi di luar bangku perkuliahan. (*)

Terkait: Opini

BeritaTerkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi