• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 3 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini; Mendaratkan Pesawat R80 Karya Habibie di Kota Parepare

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
27 Desember 2017
di Opini

Penulis: Andi Affandil Haswat (Pemerhati Kota Parepare)

PIJAR OPINI — Pembangunan, selain untuk kesejahteraan rakyat adalah berorientasi pada masa depan. Adanya wacana yang tersiar di beberapa media serta perbincangan ditengah masyarakat Kota Parepare tentang pembangunan museum Habibie yang akan dilakukan oleh pemerintah Kota Parepare, membuat saya bertanya tanya. kepentingan apa dibalik pembangunan ini. Apakah ini menjadi kebutuhan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam tokoh panutannya tersebut? atau bentuk apresiasi pemerintah Kota Parepare atas jasa-jasa beliau terhadap bangsa tercinta ini? Atau mungkin kepentingan lain?

Untuk itu, saya ingin mengungkapkan pandangan saya tentang apa yang seharusnya pemkot lakukan guna mengapresiasi jasa-jasa beliau. sekaligus juga dapat beriringan menjadi solusi atas kebutuhan-kebutuhan mendesak masyarakat kota ini.

Andi Affandil Haswat

Jika kita menuju ke Kota Parepare, mestilah melewati gerbang Kota Parepare. Diatasnya terpampang jelas mengatakan “ Selamat datang di Kota kelahiran Presiden RI yang ke 3, Prof, DR, Ir, Bahjruddin Jusuf Habibie”. Pak Habibie dikenal di republik ini sebagai Presiden RI yang ke 3 sekaligus tokoh bangsa yang cerdas dan berjiwa sahaja. Di panggung global beliau di kenal sebagai manusia yang jenius, Profesor perancang pembuat pesawat. Bahkan hari ini sedang di galang solidaritas untuk pendanaan pembuatan pesawat R80 rancangan beliau. Lah masak iya, kita tidak dapat mendaratkan mega karya pesawat R80 di kota kelahiran beliau sendiri.

Sekarang ini, kita sudah sepakat bahwa kota parepare tidak lagi hanya sebagai kota persinggahan tapi sudah menjadi kota tujuan. Untuk utuh sebagai kota tujuan, akses menuju ke kota parepare haruslah penuh, belumlah sempurna jika masih kurang satu, yaitu akses udara. Kita sudah punya akses darat, sebentar lagi akan ada kereta api. Kita punya akses laut, yaitu pelabuhan nusantara, terbesar kedua di provinsi sulawesi selatan setelah makassar. Kita masih kurang 1, akses udara yaitu bandar udara. Kita tak boleh kalah dengan dengan palopo yang baru beberapa tahun menjadi kota namun sudah memiliki bandar udara lagaligo Bua. Dengan adanya bandar udara, bisa dapat menambah daya tawar kita kepada investor agar mau menanamkan modalnya di Parepare.

Berita Terkait

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Dr. Suherman Luruskan Soal Pengurus ICMI Tak Harus Sarjana

Hadiri Peresmian Auditorium IAS, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi Pendidikan

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Untuk membangun bandar udara minimal adalah dengan membuat landasan pacu, tempat mendarat dan lepas landasnya pesawat . kita sudah sanggup membangun jalanan di atas air (tonrangeng riverside) yang sangat begitu indah. Kalau itu saja kita sudah sanggup, berarti kita lebih sanggup lagi membangun jalanan diatas daratan yang lurus-lurus saja. Apalagi dengan pemerintahan rezim Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang giat dalam pembangunan infrastruktur, akan dapat mempermudah kita untuk membangun bandar udara.

Selain itu, pembangunan bandar udara juga turut menjadi solusi atas kebutuhan mendesak masyarakat kota parepare mengenai kurangnya lapangan pekerjaan. Bandar udara dapat menyerap tenaga kerja yang tinggi, bisa sampai kurang lebih 2000 tenaga kerja. Dengan adanya bandar udara dengan sendirinya juga akan membuka lapangan kerja baru di sekitarnya.

Museum boleh dan bagus untuk kita bangun, sebagai ruang kelimuan bagi generasi kedepannya agar tidak buta akan sejarah, termasuk kehebatan tokoh-tokoh bangsanya sendiri. Namun yang lebih utama dan mendesak adalah bagaimana pemerintah dapat segera menjawab persoalan-persoalan yang ada dimasyarakat, dapat memberi solusi akan kebutuhan mendesak rakyatnya. Dan hal itu bisa kita lakukan secara bersamaan dan beriringan, tidak terpisah-pisah.

Sejatinya, Apresiasi yang lebih bijak untuk Pak Habibie sebagai tokoh kebanggaan serta panutan kita di kota parepare dan bangsa ini adalah bagaimana karya-karya hebat beliau dapat bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Parepare.

Pembangunan bandar udara kota parepare merupakan tatapan masa depan. Dan saya yakin 102% kita sanggup dan mampu bikin itu. Dan saya harap siapapun yang menjadi pemenang dalam Pilwalkot nanti, itu bisa dipertimbangkan.

Ada pepatah Cina kuno, “jika kamu ingin melakukan sesuatu yang baik lakukan lah 20 tahun yang lalu”. Hal yang dapat dipetik adalah jika kamu ingin melakukan sesuatu yang baik maka lakukan lah dari sekarang. (*/ris)

Terkait: BJ HabibieOpiniParepare

TerkaitBerita

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

Editor: Tim Redaksi
2 Mei 2026

...

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Mei 2026

...

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Mei 2026

...

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

Editor: Tim Redaksi
30 April 2026

...

Berita Terkini

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

Editor: Tim Redaksi
2 Mei 2026

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Mei 2026

Dr. Suherman Luruskan Soal Pengurus ICMI Tak Harus Sarjana

Dr. Suherman Luruskan Soal Pengurus ICMI Tak Harus Sarjana

Editor: Muhammad Tohir
2 Mei 2026

Hadiri Peresmian Auditorium IAS, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi Pendidikan

Hadiri Peresmian Auditorium IAS, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi Pendidikan

Editor: Muhammad Tohir
2 Mei 2026

Pra-Musda ICMI Parepare, Pembahasan Syarat Calon Ketua Alot

Pra-Musda ICMI Parepare, Pembahasan Syarat Calon Ketua Alot

Editor: Muhammad Tohir
2 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan