• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 19 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Menyusun Budget Keluarga Secara Praktis (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 4)

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
28 Juni 2020
di Opini
Tamsil Hadi, M.M.

Oleh : Tamsil Hadi, MM

Tamsil Hadi, M.M.
Oleh : Tamsil Hadi, MM

Kita coba menyusun anggaran dengan mengombinasikan dan mengintegrasikan 2 periode, yaitu anggaran tahunan dan anggaran bulanan. Ada beberapa perbedaan antara kedua periode ini. Selain tentu persoalan waktu atau periode anggaran, juga ada perbedaan dari segi komponen pemasukan dan belanja, volume, dan sifatnya. Misalkan untuk anggaran tahunan akan ada komponen pengeluaran yang mengikuti siklus semesteran, seperti biaya SPP untuk pendidikan anak, atau yang sifatnya sekali setahun seperti sewa ruman atau kos-kosan. Pengeluaran-pengeluaran seperti itu, tidak selalu muncul dalam anggaran bulanan.

Dalam menyusun anggaran tahunan, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dan dijawab :
Apa saja yang menjadi prioritas tahun ini?

Kita sudah harus ada proyeksi misalkan dalam satu tahun kedepan, pengeluaran apa saja yang sifatnya penting dan harus menjadi prioritas. Misalkan yang biasa muncul dalam kebutuhan keluarga seperti menyediakan uang muka untuk cicilan rumah, daftar sekolah anak, persiapan biaya S2 atau S3, dan semacamnya.

Adakah pembayaran yang jatuh tempo tahun ini?

Jika pada poin pertama, pengeluaran masih dalam kendali kita, maka untuk pembayaran jatuh tempo ini sifatnya diluar kendali, karena muncul sebagai konsekuensi keputusan masa lalu. Pengeluaran seperti ini juga harus diproyeksi, misalkan pada Bulan Januari yang jatuh tempo adalah pembayaran kontrakan, Bulan Februari pajak kendaraan, Bulan Mei ada janji untuk membayar utang kepada keluarga, atau pada Bulan Juni jadwal pembayaran SPP/UKT anak sulung, dan pada Bulan Desember jadwal pelunasan cicilan rumah.

Berita Terkait

Suami Lebih Perhatikan Ibunya tetapi Tidak Memuliakan Istri, Ini Kata Buya Yahya

Sosialisasi Pembinaan Karakter Keluarga, Staf Ahli PKK Sulsel Harap Kader PKK Selalu Cermati Isu

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

OPINI : Keluarga Rapuh, Butuh Solusi Ampuh

Adakah estimasi penghasilan tambahan tahun ini?

Selain proyeksi pada sisi pengeluaran, kita juga bisa melakukan hal yang sama pada sisi pemasukan. Diluar penghasilan reguler yang nanti mengisi komponen pemasukan anggaran bulanan, maka kita bisa mengestimasi penghasilan tambahan yang sifatnya juga reguler (tetap) tapi periodiknya kuartal, semester, atau tahunan. Misalkan yang punya kerjaan sampingan sebagai pengajar/dosen luar biasa di sebuah perguruan tinggi, maka penghasilannya biasanya diterima persemester (6 bulan). Bagi yang terlibat investasi dalam sebuah perusahaan, ada pembagian dividen diakhir tahun. Karyawan yang di tempat kerjanya dikenal sistem bonus, tunjangan kinerja, atau lembur lembur, maka akan ada potensi penghasilan tambahan yang bisa ditunggu pada bulan-bulan tertentu.

Adapun yang sifatnya insidental, sulit diprediksi dan belum bisa dianggap potensial, seperti hadiah atau bantuan, tidak perlu dimasukkan dalam estimasi penghasilan tambahan.

Laman 2 dari 5
sebelumnya123...5Selanjutnya
Terkait: KeluargaMenyusn Budget

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

Bupati Sidrap Turun Sawah di Desa Lise, Produktivitas Padi Capai 9,1 Ton per Hektare

Bupati Sidrap Turun Sawah di Desa Lise, Produktivitas Padi Capai 9,1 Ton per Hektare

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

HUT Perpustakaan, Pemkab Sidrap Boyong Dua Penghargaan Provinsi

HUT Perpustakaan, Pemkab Sidrap Boyong Dua Penghargaan Provinsi

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

Wali Kota Parepare Ajak ASN Tingkatkan Budaya Literasi dan Baca Al-Qur’an

Wali Kota Parepare Ajak ASN Tingkatkan Budaya Literasi dan Baca Al-Qur’an

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan