• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 23 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini; Saat Zorro Ma’cakar

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
5 Januari 2018
di Opini
bpk. akhwan ali

PIJAR OPINI — Ma’cakar bukanlah panggilan seorang emmak. Atau dua orang yang saling mencakar. Tapi, ma’cakar merupakan aktifitas pasar tradisional, dalam memilih pakaian bekas. Belum diketahui siapa pertama kali mempopulerkan istilah ma’cakar.

Namun, konon kabarnya, semuanya rela terkena cakar, saat rebutan pakaian bekas. Dari situlah kira kira
istilah ini melekat, hingga sekarang.

Soal kualitas. Eeiiits…. Tunggu dulu.  Betul memang pakaian bekas. Tapi tidak kalah saing dengan pakaian mewah, yang terpajang dalam etalase cantik, di bawah temaram lampu lux mall.

Harga cakar, hanya ratusan ribu. Itupun yang sudah dipilah dan digantung hanger oleh penjual, lalu
harga di Up, dengan dalih, uang capek memilah cakar.

Selebihnya yang dijual karungan (Ball) melantai, hanya puluhan ribu. Kabarnya, pernah ada yang jual Rp 35 ribu sudah dapat tiga baju. Tentu sangat layak pakai. Betul memang bekas. Soal merk, semuanya juga ori. Karena pakaian itu impor dari beberapa negara eropa, dan negara negara lainnya.

Uniknya, terkadang sesama pembeli tiba tiba berdiskusi hangat, tentang pakaian yang mereka pilih, baik
ukuran, warna, dan model. (seolah olah teman lama yang baru ketemu, setelah sekian tahun terpisah).

Berita Terkait

Anak Anda Egois, Ajari Ia Mallongga

Padahal faktanya, mereka belum saling kenal. Dan tak pernah kenalan, hingga mereka pulang ke rumah
masing masing. Hahahahahaa

Tak ada penilaian struktur dan lapisan sosial dalam hal ma’cakar. Tak ada gensi. Semuanya polos seakan
telanjang. Semuanya larut dan menyatu, seperti halnya gula dan kopi, saat diseduh air mendidih.

**

Beda di Mall. Selain hanya cuci mata, Interaksi hanya terjadi dengan pembeli dan penjual. Selebihnya
tidak. Tak ada tawar menawar. Begitupun dengan harga. Jika di mall pakaian tentu dibandrol ratusan
ribu, hingga jutaan rupiah.

*

Sayangnya, cakar kini terancam punah. Terhantui aturan, yang berujung dengan tingginya pajak. Padahal cakar ini murah, meriah, dan mewah. Sangat cocok dengan ekonomi negara kita yang sekarat. Beruntung, masih ada “oknum” yang meloloskan cakar, saat melewati lautan lepas dari negeri seberang. Teringat Zorro, yang berani melanggar aturan. Semuanya demi kaum marginal, karena ekonomi yang tak merakyat. Entahlah, ia pahlawan atau sampah. (*)

Terkait: Akhwan AliCakarMa'Cakar

TerkaitBerita

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Berita Terkini

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan