• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 18 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Social Distancing, Takut Corona vs Takut Allah

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
21 April 2020
di COVID-19, Opini
Agus

Oleh : Dr Agus Muchsin, M.Ag*

OPINI— “Jangan Takut Corona.” Slogan ini muncul hampir bersamaan dengan pandemik Covid-19 mewabah di dunia. Kalimat itu bertujuan positif agar tidak tertekan dengan kecemasan, yang secara psikologis berpotensi memunculkan phobia, perasaan takut berlebihan hingga efek medisnya, menurunkan daya imun tubuh.

Menariknya, slogan ini bersayap setelah berpindah ke individu lain, dengan struktur kalimat seperti; “Jangan takut corona kita hanya takut Allah”. Kalimat ini bukan tidak berdasar, Allah swt berfirman dalam QS. al Baqarah: 150

فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Terjemahnya:
Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

Takut merupakan respon emosi terhadap ancaman, sehingga perasaan ini umumnya dimiliki oleh setiap individu karena lingkungan sekitarnya boleh jadi kurang mendukung atau mengancam kepentingannya. Terma takut dalam bahasa Arab memiliki banyak padanan kata seperti خشي ، فزع ، حذر ، خاف ، اتقي ، ارهب. Namun kata tersebut umumnya musytarak (memiliki makna ganda), sehingga dalam penggunaannya tidak sebebas seperti bahasa lain. Ketidak-mampuan menempatkan dan menggunakan kata, inilah kemudian menkomparasi antara rasa takut pada Allah dengan takut pada makhluk-Nya.

Berita Terkait

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Seperti pada kata ittaqa (اتقي) dengan perubahannya (تصريف) membentuk taqwa (تقوي) diartikan takut pada Allah. Bahasa keseharian membenarkan, namun pemaknaannya masih interpretatif karena memiliki arti lain yakni, waspada, berhati-hati, menghindari, mencegah dan memelihara. Batasan dari sejumlah makna tersebut dalam Mu’jam al Ma’ani al Jami’ disederhanakan sebagai perpaduan الخشيةُ والخوف, yang melahirkan sikap mawas diri, sehingga tidak digunakan untuk perasaan takut pada selain Allah.

Namun pun demikian tidak berarti bahwa tidak ada kata yang dapat digunakan untuk perasaan takut pada sesuatu selain Allah. Gambaran rasa takut itu juga pernah disampaikan oleh Rasulullah saw padahal Beliau dijamin keselamatannya (المعصوم), doanya sangat diijabah oleh Allah swt. Terdapat banyak riwayat yang mendeskripsikan hal tersebut, antara lain:

1. Takut atas musyriknya umat
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن أخوفَ ما أخاف عليكم الشرك الأصغر (رواه أحمد وغيره.)
Artinya
Rasulullah saw bersabda, sungguh paling menakutkan dari yang aku takutkan atas kalian adalah musyrik kecil (HR. Ahmad dan selainnya)

2. Takut atas perbuatan umat yang mewajibkan amalan shalat lail (malam)
عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم صلى ذات ليلة في المسجد فصلى بصلاته ناس ثم صلى من القابلة فكثر الناس ثم اجتمعوا من الليلة الثالثة أو الرابعة فلم يخرج إليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم فلما أصبح قال قد رأيت الذي صنعتم ولم يمنعني من الخروج إليكم إلا أني خشيت أن تفرض عليكم وذلك في رمضان (رواه البخاري)
Artinya.
Dari Aisyah ummul mu’minin ra berkata, bahwasanya Rasulullah saw, suatu malam shalat di mesjid, kemudian diikuti oleh beberapa orang, kemudian malam berikutnya diikuti oleh banyak orang. Kemudian pada malam ketiga mereka kembali berkumpul, begitu pula malam keempat, namun Nabi tidak keluar bersama mereka, saat subuh, Nabi bersabda, sungguh aku melihat yang telah kalian lakukan, tiadalah yang menghalangiku untuk keluar bersama kalian terkecuali aku hanya takut kalian menjadikannya wajib. Kejadian itu di bulan Ramadhan (HR. Bukhari)

 

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: CoronaCovid-19IAIN ParepareIslam

TerkaitBerita

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan