• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 14 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Social Distancing, Takut Corona vs Takut Allah

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
21 April 2020
di COVID-19, Opini
Agus

Oleh : Dr Agus Muchsin, M.Ag*

OPINI— “Jangan Takut Corona.” Slogan ini muncul hampir bersamaan dengan pandemik Covid-19 mewabah di dunia. Kalimat itu bertujuan positif agar tidak tertekan dengan kecemasan, yang secara psikologis berpotensi memunculkan phobia, perasaan takut berlebihan hingga efek medisnya, menurunkan daya imun tubuh.

Menariknya, slogan ini bersayap setelah berpindah ke individu lain, dengan struktur kalimat seperti; “Jangan takut corona kita hanya takut Allah”. Kalimat ini bukan tidak berdasar, Allah swt berfirman dalam QS. al Baqarah: 150

فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Terjemahnya:
Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

Takut merupakan respon emosi terhadap ancaman, sehingga perasaan ini umumnya dimiliki oleh setiap individu karena lingkungan sekitarnya boleh jadi kurang mendukung atau mengancam kepentingannya. Terma takut dalam bahasa Arab memiliki banyak padanan kata seperti خشي ، فزع ، حذر ، خاف ، اتقي ، ارهب. Namun kata tersebut umumnya musytarak (memiliki makna ganda), sehingga dalam penggunaannya tidak sebebas seperti bahasa lain. Ketidak-mampuan menempatkan dan menggunakan kata, inilah kemudian menkomparasi antara rasa takut pada Allah dengan takut pada makhluk-Nya.

Berita Terkait

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Lantik Rektor Baru IAIN Parepare, Ini Pesan Menag Nasaruddin Umar

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Seperti pada kata ittaqa (اتقي) dengan perubahannya (تصريف) membentuk taqwa (تقوي) diartikan takut pada Allah. Bahasa keseharian membenarkan, namun pemaknaannya masih interpretatif karena memiliki arti lain yakni, waspada, berhati-hati, menghindari, mencegah dan memelihara. Batasan dari sejumlah makna tersebut dalam Mu’jam al Ma’ani al Jami’ disederhanakan sebagai perpaduan الخشيةُ والخوف, yang melahirkan sikap mawas diri, sehingga tidak digunakan untuk perasaan takut pada selain Allah.

Namun pun demikian tidak berarti bahwa tidak ada kata yang dapat digunakan untuk perasaan takut pada sesuatu selain Allah. Gambaran rasa takut itu juga pernah disampaikan oleh Rasulullah saw padahal Beliau dijamin keselamatannya (المعصوم), doanya sangat diijabah oleh Allah swt. Terdapat banyak riwayat yang mendeskripsikan hal tersebut, antara lain:

1. Takut atas musyriknya umat
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن أخوفَ ما أخاف عليكم الشرك الأصغر (رواه أحمد وغيره.)
Artinya
Rasulullah saw bersabda, sungguh paling menakutkan dari yang aku takutkan atas kalian adalah musyrik kecil (HR. Ahmad dan selainnya)

2. Takut atas perbuatan umat yang mewajibkan amalan shalat lail (malam)
عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم صلى ذات ليلة في المسجد فصلى بصلاته ناس ثم صلى من القابلة فكثر الناس ثم اجتمعوا من الليلة الثالثة أو الرابعة فلم يخرج إليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم فلما أصبح قال قد رأيت الذي صنعتم ولم يمنعني من الخروج إليكم إلا أني خشيت أن تفرض عليكم وذلك في رمضان (رواه البخاري)
Artinya.
Dari Aisyah ummul mu’minin ra berkata, bahwasanya Rasulullah saw, suatu malam shalat di mesjid, kemudian diikuti oleh beberapa orang, kemudian malam berikutnya diikuti oleh banyak orang. Kemudian pada malam ketiga mereka kembali berkumpul, begitu pula malam keempat, namun Nabi tidak keluar bersama mereka, saat subuh, Nabi bersabda, sungguh aku melihat yang telah kalian lakukan, tiadalah yang menghalangiku untuk keluar bersama kalian terkecuali aku hanya takut kalian menjadikannya wajib. Kejadian itu di bulan Ramadhan (HR. Bukhari)

 

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: CoronaCovid-19IAIN ParepareIslam

TerkaitBerita

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Hilangnya Wibawa Guru, Generasi Tergerus Sistem Buruk

Hilangnya Wibawa Guru, Generasi Tergerus Sistem Buruk

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 Mei 2026

...

Berita Terkini

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Jawab Keluhan Warga, Wali Kota Parepare Turun Langsung Pantau Penanganan Drainase

Jawab Keluhan Warga, Wali Kota Parepare Turun Langsung Pantau Penanganan Drainase

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Siap Digelar, Diikuti 500 Atlet dari Dalam dan Luar Sulsel

Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Siap Digelar, Diikuti 500 Atlet dari Dalam dan Luar Sulsel

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan