• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 5 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Tren #KaburAjaDulu Ramai di Medsos, Ini Kata Psikolog Kak Seto

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Februari 2025
di Nasional
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, PIJARNEWS.COM–Beberapa waktu terakhir #KaburAjaDulu ramai diperbincangkan di media sosial terutama X. Secara sederhana ungkapan ini tentang kegelisahan karena merasa kurang memiliki peluang atau apresiasi di dalam negeri, sehingga memilih untuk mencari kesempatan di luar negeri.

Dikutip dari Liputan6.com, Psikolog Seto Mulyadi atau karib disapa Kak Seto menyinggung istilah brain drain saat membahas tren ini.

Istilah brain drain yang merujuk pada hijrahnya orang dengan kemampuan tinggi ke negara lain karena tak terfasilitasi di negaranya.

“Saya sering dengar juga istilah Brain Drain ya, kasus-kasus fenomena kaburnya para intelektual, tokoh-tokoh muda yang energik yang kreatif tapi tidak mendapatkan tempat untuk berkembang. Akhirnya mereka mempertajam kemampuannya ke tempat lain, tapi mereka tetap memiliki nasionalisme yang tinggi sehingga pada saatnya dia akan kembali ke tanah air,” jelas Kak Seto.

Salah satu contoh sosok terkenal yang sempat pindah ke luar negeri adalah B. J. Habibie yang juga Presiden ke-3 Indonesia.

Berita Terkait

Bertemu di Pesta Nikah, 9 Remaja di Pinrang Adu Jotos hingga Polisi Lakukan Ini

Polisi Telusuri Video Viral Perkelahian Remaja Perempuan di Pinrang

Ahmad Kaili Malomo, Bocah Asal Parepare Bertemu dengan Prabowo Subianto

Viral, Pencuri Tekor Gegara Curi Kabel Tower di Pinrang

“Kita lihat seperti Pak Habibie yang cukup lama di Jerman. Kemudian mungkin tokoh-tokoh lain juga. Mereka nasionalismenya tetap tinggi,” kata Kak Seto lewat sambungan telepon, Sabtu (15/2/2025).

Seto menilai, istilah tersebut memiliki kemiripan dengan #KaburAjaDulu. Jika dilihat dari pilihan katanya, ada kata “dulu” yang artinya tidak selamanya.

“Ada unsur ‘dulu’  tuh ya sementara aja, kabur dulu sebentar tapi akan kembali lagi itu yang harus digarisbawahi. Kecuali kalau tagarnya ‘Kabur Aja Ah’ jadi ya udah enggak mau balik lagi misalnya,” ucap Seto.

Sisi Positif Kabur Aja Dulu

Seto menilai, #KaburAjaDulu tak harus selalu dilihat dari sisi negatif. Jika ini digunakan sebagai acuan untuk mencari peluang agar sukses, maka boleh dilakukan.

“Jadi tidak sekadar putus asa terus hanya mengeluh saja, tapi ya sudah, mencari peluang. Ada yang sukses, ada yang bisa, ada yang tidak. Ada juga tokoh-tokoh muda yang tetap di Tanah Air dengan segala kreativitasnya,” jelas Seto.

Terlabih, lanjutnya, bangsa ini tengah menuju Indonesia Emas 2045. Dibutuhkan tokoh-tokoh yang dari sekarang konsisten membangun negara dengan mengumpulkan segala kekuatan.

“Jadi kita juga harus melihat bahwa kaburnya ini bukan sekadar lepas tanggung jawab terus ya udah ingin menikmati hidup yang lebih bahagia di luar, bukan ya. Ada beberapa kalangan yang justru sedang mengisi energinya dengan memanfaatkan berbagai peluang untuk bisa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya itu di beberapa negara.”

Tujuannya tak lain untuk kembali ke Indonesia dan membangun negara ini.

“Jadi kita tidak usah langsung berpikir negatif,” saran Seto.

Asal Mula Tagar Kabur Aja Dulu

Dalam keterangan lain, Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mengungkapkan, tagar “Kabur Aja Dulu” terlacak paling awal diunggah oleh akun @amouraXexa pada 8 Januari 2025. Namun waktu itu masih kecil sekali engagement-nya.

“Baru viral setelah diangkat @hrdbacot pada 14 Januari 2025, lalu akun @berlianidris pada 6 Februari 2025,” kata Ismail kepada Liputan6.com, Jumat (14/2/2025).

Dia menilai, #KaburAjaDulu ini sebagai reaksi frustrasi atas situasi di Indonesia yang dirasakan sebagian netizen. Mereka mencari informasi lowongan kerja, tips persiapan berangkat, risiko yang harus dipertimbangkan, dan perbandingan tinggal di Indonesia dengan luar negeri.

“Frustrasi netizen terhadap keadaan di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpuasan ekonomi, kualitas hidup yang menurun, ketidakadilan sosial, kebijakan pemerintah yang tidak memadai, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” kata dia.

Sisi Positif Negatif #KaburAjaDulu

Dari sisi umur, Ismail mengungkapkan, mereka yang meramaikan hashtag ini kebanyakan usianya antara 19-29 tahun sebesar 50.81 persen, lalu sebanyak 38.10 persen usianya kurang dari 18 tahun. Sedangkan dari segi gender, separuh lebih disampaikan oleh pria.

“Paling banyak dari kalangan laki-laki sebesar 59.92 persen, lalu perempuan 40.08 persen,” ujar dia.

Ada dampak baik dan buruk dari hebohnya #KaburAjaDulu. Ismail menuturkan, dari sisi positif netizen meyakini adanya peluang kerja yang lebih baik di luar negeri. Kemudian juga menambah pengalaman hidup yang beragam dan menggapai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru

“Selain itu, adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pengembangan diri,” ujar dia.

Kemudian dari sisi buruknya, muncul persepsi negatif terhadap pemerintah dan kondisi di dalam negeri. Selain itu kesulitan dalam beradaptasi dengan budaya baru serta stigma sosial terhadap mereka yang memilih untuk berimigrasi. (*)

Sumber: Liputan6.com

Terkait: Berita viralViral

TerkaitBerita

Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 Mei 2026

...

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

...

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

...

Berita Terkini

Lagi, Sidrap Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

Lagi, Sidrap Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan