• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 11 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kuliah Bestari Unhas : Realitas Dosen Tak Semanis Ekspektasi

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 Mei 2023
di Pendidikan
Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah bestari  bersama seluruh civitas akademika se-Unhas di Ruang Senat Rektorat pada Kamis (4/5/2023)

Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah bestari bersama seluruh civitas akademika se-Unhas di Ruang Senat Rektorat pada Kamis (4/5/2023)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah bestari  bersama seluruh civitas akademika se-Unhas di Ruang Senat Rektorat pada Kamis (4/5/2023).

Kuliah yang membahas topik Profesi Dosen dalam Realitas dan Ekspektasi Besar dinarasumberi oleh Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah Ketua sekaligus Anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof Akhmaloka, mantan Rektor ITB, Mohammad Sofwan Effendi Direktur Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi serta Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas.

Pembahasan terkait dosen merupakan hal yang sangat penting dibahas, seperti itulah kata Prof Pangeran Moenta sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan banyak problem yang terjadi terhadap profesi dosen berkaitan tentang ketidaksesuaian ekspektasi dan realistas profesi dosen.

Adapun beberapa realitas yang tidak sesuai dengan ekspektasi profesi dosen, itu diungkap beberapa panelis yang hadir.

Berita Terkait

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Dosen Unhas dan Umma Maros Berkolaborasi Ubah Limbah Cangkan Menjadi Pakan Ternak

Tim pengabdian Masyarakat Unhas Gandeng Tim Garam UTM Madura Memberikan Penyuluhan Garam di Maros

Prof Satryo misalnya, ia menilai, kebijakan pemerintah terhadap institusi pendidikan khususnya PTN seakan diasumsikan sebagai industri yang berdampak pada profesi dosen.

Asumsi PTN tersebut menyebabkan dosen juga dianggap sebagai pegawai kantor dan karyawan perusahaan, padahal kata dia, dosen merupakan profesi yang memiliki tugas dan fungsi dalam bidang pendidikan yang sangat esensial terhadap kesejahteraan bangsa dan negara.

“Jadi harus kita ketahui bahwa PTN bukan perusahaan dan dosen bukan karyawan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dosen dan mahasiswa adalah kunci keberhasilan perguruan tinggi. Sehingga Prof. Satryo  mendorong PTN mesti diberikan kewenangan otonom dalam mengelola institusinya.

“Jadi PTN bukan diatur supaya maju melainkan harus diberikan kebebasan untuk maju,” tukasnya.

Selain itu ia berharap pengelolaan keuangan kampus harus diberikan kebebasan agar kampus bisa menyesuaikan  dengan kebutuhan pengembangan kampus.

Menurutnya, jika PTN diberikan kewenangan otonom akan mendorong PTN lebih kreatif dan inovatif, mampu membuat tujuan dan menentukan keputusan.

Selain itu adanya kewenangan otonom memberikan keleluasaan terhadap dosen dan mahasiswa melakukan hal-hal kreatif dan inovatif.

Kewenangan otonom yang dimaksud Satryo adalah kewenangan terhadap kebutuhan dan keinginan PTN masing-masing.

Ia menyambung, kewenangan tersebut juga berimplikasi dengan pengelolaan dana yang memberikan kewenangan PTN dalam mengelola keuangannya.

Sementara itu Prof Akhmaloka menyampaikan permasalahan dosen lainnya yakni dosen punya banyak tanggung jawab namun reward diberikan sedikit.

“Kita banyak dituntut tapi tidak mendapat reward yang seimbang,” ungkapnya.

Selain itu, dosen kadang diperhadapkan pada tugas administrasi yang banyak sehingga dosen tidak bisa bekerja secara profesional.

Ia berharap pemerintah dapat mengurangi beban administrasi dosen agar bisa bekerja secara profesional sesuai tupoksinya di kampus.

“Jadi kurangilah tugas administrasi dari dosen,” ujarnya.

Berbeda dengan Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, ia mengungkapkan tiap profesi memiliki keuntungan dan tantangan.

Baginya menjadi seorang dosen adalah pilihan yang harus diterima plus maupun minusnya.

“Tidak boleh kita memilih pekerjaan atau profesi yang kita hanya mau terima plusnya tapi tidak menerima minusnya,” ungkapnya.

Pihaknya berjanji akan senantiasa membantu dosen dalam meringankan urusan administrasi yang dianggap beban oleh dosen.

“Janganlah murung jika kita punya banyak tugas administrasi, Insya Allah kami akan bantu meringankan tugas-tugas administrasi teman-teman dosen,” pungkasnya. (*)

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin

Terkait: Universitas Hasanuddin

TerkaitBerita

SMAN 5 Parepare Masuk Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026

SMAN 5 Parepare Masuk Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026

Editor: Muhammad Tohir
28 Mei 2026

...

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Prodi Teknik Sipil ITH Edukasi Warga Ujung Pengolahan Sampah Plastik Jadi Paving Block

Prodi Teknik Sipil ITH Edukasi Warga Ujung Pengolahan Sampah Plastik Jadi Paving Block

Editor: Muhammad Tohir
22 Mei 2026

...

Kaprodi IP UMS Rappang Raih Doktor Cumlaude di UMY, Tuntaskan Studi 2,9 Tahun dengan 7 Publikasi Scopus

Kaprodi IP UMS Rappang Raih Doktor Cumlaude di UMY, Tuntaskan Studi 2,9 Tahun dengan 7 Publikasi Scopus

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Berita Terkini

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Editor: Muhammad Tohir
8 Juni 2026

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan