• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 15 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Akankah Era Media Sosial akan Berakhir?

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Juli 2025
di Opini
Agus Wiranto, S.T., M.Kom

Agus Wiranto, S.T., M.Kom

 Oleh : Agus Wiranto, S.T., M.Kom (Dosen Universitas Pamulang)

Jika sebelumnya pengguna sosisl media tertarik pada konten teman-teman kita dan interaksi santai dengan mereka, saat ini yang lebih dominan adalah promosi konten gerakan selebriti,  dan konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), serta video konten yang dirancang untuk menarik audiens dalam skala besar.

Sulit untuk mengabaikan perubahan besar yang terjadi di depan mata. Selama bertahun-tahun, platform seperti facebook dan instragram menjadi tempat utama untuk tetap terhubung dengan teman-teman, berbagi kabar, dan bertukar Ide. Platfom ini adalah ruang dimana hubungan pribadi berkembang, tempat kita saling mengetahui kabar dan kehidupan masing-masing.

Akhir-akhir ini kita semua merasakan perubahan yang terus berlangsung pada feed social media kita. Namun, pernyataan pemilik Meta (perusahaan induk facebook dan instagram) Mark Zuckerberk menunjukan bahwa perubahan ini mungkin semakin jauh apa yang kita kira. Seiring berjalanya waktu, feed media sosial yang telah ada selama lebih dari satu dekade, berkembang dari sekadar tempat berteman, nongkrong digital menjadi  mendominasi kehidupan kita sehari-hari. Tetapi belum lama ini Mark Zuckerberk menyatakan dalam sebuah kesaksian di depan Komisi Perdagangan Federal(FTC)  bahwa era keemasan sosmed tesebut akan segera berubah dan akan berakhir menjadi kenangan masa lalu.

Mark Zuckerberk mengakui bahwa Meta tidak lagi fokus untuk menghubungkan orang-orang dalam arti tradisional. Platfom-platfom ini, kini semakin berfokus pada hiburan dan pembelajaran tentang dunia, sebuah pernyataan yang menunjukan adanya pergeseran besar. Apabila sebelumya perhatian pengguna sosmed tertuju pada konten teman-teman kita dan interaksi santai dengan mereka, kini yang lebih dominan adalah promosi yang digerakkan oleh selebriti, konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan AI, dan video yang dirancang untuk menarik audiens dalam sekala besar.

Berita Terkait

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Hilangnya Wibawa Guru, Generasi Tergerus Sistem Buruk

Perubahan ini tidak hanya tercermin apa yang dikatakan  Mark Zuckerberk, tetapi juga didukung data yang memperlihatkan adanya perubahan kebiasaan pengguna. Data internal Meta menunjukan penurunan signifikan dalam waktu yang dihabiskan pengguna untuk melihat postingan dari kawan-kawan mereka.

Data dalam dua tahun terakhir, waktu yang dihabiskan di instragram mengalami penurunan dari 11% menjadi 7%, di facebook untuk melihat postingan teman turun dari 20% menjadi hanya 17% penguna. Apa yang dulu menjadi ruang untuk interaksi pribadi kini didominasi oleh konten yang dirancang untuk menjangkau sebanyak mungkin khalayak.

Menurut Mark Zuckerberk pemilik Meta, pergeseran ini bukanlah perubahan yang kecil, melainkan transformasi total dari ruang digital. Mark menyatakan bahwa peran platform media social kini semakin mirip dengan media tradisional. Sosmed sekarang alih-alih menjadi tempat untuk berhubungan dengan teman, platform-platmom sosmed kini lebih menyerupai saluran siaran, pengguna tidak sekadar menjadi peserta pasif dalam komunikasi digital mereka. Melainkan semakin tertarik untuk mengkonsumsi konten tutorial yang dirancang untuk menarik perhatian banyak orang.

Coba kalau kita mengingat kembali; platform sepeerti facebook dan instagram dahulunya dipenuhi dengan konten pribadi, foto liburan, dan moment keluarga. Sekarang  dipenuhi dengan video promosi meme yang dihasilkan oleh AI dan postingan selebriti.

Mark Zuckerberk mengakui bahwa fokus Meta kini bergeser dari hubungan sosial individu menuju penyedia konten yang lebih luas. Dengan tujuan untuk hiburan dan penemuan dunia, arah baru ini terlihat jelas dalam jenis-jenis postingan yang mendominasi platform-platfom ini.  Konten yang ditujukan untuk massa, dari pada untuk koneksi pribadi.

Apa yang akan datang selanjutnya? Ini adalah awal era baru media sosial yang lebih berbasis pada hiburan dan penemuan dunia. Yang semakin mengaburkan batas antar platform sosial dan media tradisional.

Dengan perubahan yang begitu cepat dan drastis, kita dihadapkan pertanyaan besar: apa artinya ini bagi kita sebagai pengguna? Apakah kita akan terus terhubung dengan teman-teman kita melalui platform yang kini berfokus pada hiburan,? Atau kita akan mencari tempat baru untuk membangun koneksi pribadi yang lebih mendalam?

Mark Zuckerberk telah memberi kita gambaran tentang arah yang diambil, tetapi yang jelas adalah bahwa dunia digital yang kita kenal kini sedang berubah dengan cara yang tidak terduga. Kita harus siap menyongsong masa depan yang lebih berfokus pada hiburan dan penemuan dunia dengan media sosial sebagai saluran utama dalam perubahan ini. (*)

 

Terkait: Media SosialOpini

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Editor: Muhammad Tohir
14 Mei 2026

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan