• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Dukung Program Prabowo Gibran, Unhas Lakukan Inovasi Pupuk Hayati untuk Ketahanan Pangan Nasional

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Oktober 2025
di Pendidikan

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merancang strategi dan program untuk membangun ketahanan pangan nasional. Tekad pemerintahan Prabowo-Gibran ini ditunjukkan dalam empat komitmen. Keempat komitmen tersebut ialah visi ketahanan pangan, program pembangunan pangan, dukungan anggaran, dan prioritas pembangunan kawasan swasembada pangan.

Dalam rangkan mendukung program ketahanan pangan maka Unhas menggandeng tim pakar dari Universitas Sam Ratulangi Menado mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Survei Lapangan dalam rangka Program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Tim Pakar Pra Studi Kelayakan Dorongan Teknologi Universitas Hasanuddin berlangsung pada Jumat (17/10/2025) di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Acara ini menghadirkan Ketua Tim Pakar, Prof. Dr. Ir. Femi Hadidjah Elly, M.P., IPU dari Universitas Sam Ratulangi, bersama anggota tim pakar yang terdiri atas Prof. Dr. Roni Koneri, M.Si, Dr. Agus Supandi Soegoto, SE., MSI., QRMP, Dr. Deasy Soeikromo, SH., MH, dan Dr. Eng. Agung Sutrisno, ST., MT. Turut hadir pula inventor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Asmiaty Sahur, MP, serta narasumber Syaharuddin Haddade dan Arsil Hamzah, dengan dukungan dari tim pembantu lapangan dan para petani setempat di Bululea, Malino.

Pada wawancara dengan Prof Prof. Asmiaty Sahur selaku inventor tanggal 30 Oktober 2025, Beliau menjelaskan bahwa inovasi ini telah melalui serangkaian uji laboratorium dan lapangan dengan hasil yang menjanjikan.

BeritaTerkait

Bentuk Karakter Mahasiswa, UMS Rappang Mulai Kokurikuler Tapak Suci

Bentuk Karakter Mahasiswa, UMS Rappang Mulai Kokurikuler Tapak Suci

7 Oktober 2026
Pupuk Kepedulian Sejak Dini, Sahabat Yatim dan Rumah Dongeng Gelar Infak Serentak di 3 SD di Parepare

Pupuk Kepedulian Sejak Dini, Sahabat Yatim dan Rumah Dongeng Gelar Infak Serentak di 3 SD di Parepare

6 Oktober 2026
Bentuk Karakter Anak Usia Dini, Safari Dongeng Ceria Sambangi Sekolah di Parepare

Bentuk Karakter Anak Usia Dini, Safari Dongeng Ceria Sambangi Sekolah di Parepare

6 Oktober 2026
SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

5 Oktober 2026

“Kami ingin memastikan bahwa pupuk hayati ini benar-benar efektif di berbagai jenis lahan pertanian. Harapan kami, dalam waktu dekat produk ini bisa diproduksi secara massal dan dimanfaatkan oleh petani di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan industri untuk memperluas skala produksi.
Sementara itu dalam FGD yang dilakukan, Prof. Femi Hadidjah Elly menyampaikan bahwa kegiatan pra studi kelayakan ini merupakan langkah penting dalam menguji efektivitas dan potensi hilirisasi inovasi hasil riset agar dapat diterapkan di masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya menilai kelayakan dari sisi teknologi, tetapi juga melihat sejauh mana inovasi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi petani dan sektor pertanian secara umum,” ujar Prof. Femi. Menurutnya, kolaborasi lintas universitas dan keterlibatan langsung masyarakat menjadi kunci agar hasil riset tidak berhenti pada tahap akademik semata.

Lebih lanjut, Prof. Femi menegaskan bahwa inovasi “Pupuk Hayati Pelarut Fosfat dan Pemfiksasi Nitrogen Berbasis Bioteknologi” yang dikembangkan Universitas Hasanuddin memiliki potensi besar menjadi solusi terhadap ketergantungan petani pada pupuk kimia.

“Kami melihat produk ini mampu memperbaiki kesuburan tanah secara alami dan berkelanjutan. Ini adalah langkah konkret menuju pertanian yang ramah lingkungan dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya. Ia berharap hasil kajian lapangan ini dapat mempercepat proses hilirisasi agar produk segera sampai ke tangan petani.

Kegiatan ini turut menghadirkan para narasumber, Syaharuddin Haddade dan Arsil Hamzah, yang memberikan pandangan praktis mengenai strategi pengembangan dan penerapan inovasi di tingkat petani. Mereka menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam mengenalkan teknologi baru agar petani merasa memiliki dan memahami manfaatnya secara langsung. Diskusi berlangsung dinamis dengan pertukaran gagasan antara para pakar, peneliti, dan petani setempat.

Selain itu, tim pembantu lapangan dan tim Inventor yang terdiri atas Andi Ince Muh. Taufan, S.Tr.P., M.Si, Balqis Azza Fadiah, Aditya Satria Nugraha, Ernawati. S, S.Pd, serta kelompok petani Bululea Malino, berperan aktif dalam proses survei dan pengumpulan data di lapangan.

Mereka membantu mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani dalam penggunaan pupuk konvensional serta menggali respons terhadap penggunaan pupuk hayati. Hasil pengamatan menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari petani terhadap inovasi ini karena dianggap lebih hemat, mudah digunakan, dan berpotensi meningkatkan hasil panen.

Secara keseluruhan, kegiatan FGD dan Survei Lapangan ini berjalan lancar dan memberikan hasil positif. Tim pakar menilai bahwa inovasi pupuk hayati Universitas Hasanuddin layak untuk dikembangkan lebih lanjut melalui tahap hilirisasi. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan inovasi ini dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mewujudkan pertanian berkelanjutan yang menyejahterakan petani dan menjaga kelestarian lingkungan. (rls)

Terkait: Universitas Hasanuddin

Berita Terkait

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Agustus 2026

...

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penipuan Online Modus Janji Nikah, 11 Korban Tertipu Hingga Ratusan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi SEKSOS.COM 2026 di SMAN 5 Parepare, Puluhan Siswa Lolos Semifinal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi