• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 20 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kejari Parepare Kejar Tersangka Baru Korupsi Bansos

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
26 April 2017
di Sulselbar

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare mengejar tersangka baru kasus korupsi bansos sapi bunting. Kasus yang telah bergulir sejak 2013 itu, masih terus dikembangkan, usai tiga peternak penerima bantuan dipidana 1 tahun 4 bulan penjara.

Hasbi menjelaskan, ketiga terpidana terbukti menyalahi petunjuk teknis penggunaan Bansos. Diantaranya, bansos itu dibagi kepada peternak yang ternyata tidak memiliki sapi bunting. Tetapi pihaknya menyadari bahwa ketiga terpidana tidak mungkin menyalahi juknis bansos, tanpa petunjuk oknum tertentu.

“Oknum itulah yang kita kejar sekarang. Kita tau ini ada yang arahkan,” tegas Kasipidsus Kejari Parepare Hasbi Saleh, Rabu 26/4.

Dalam waktu dekat, Kejari akan memeriksa ulang sejumlah pihak. Diantaranya tiga tim pendamping kelompok tani, sejumlah pejabat dan PNS dilingkup Dinas PKP. Bahkan PNS ditingkat provinsi juga tidak menutup kemungkinan diperiksa, mengingat bansos itu dari provinsi. “Kita akan panggil,” ujarnya.

Bansos sapi bunting disalurkan lewat Dinas PKP (sebelumnya bernama Dinas PKPK) yang kala itu dipimpin Hj Damilah Husain. Ada tiga kelompok tani yang menerima total Rp600 juta. Namun 10 persen atau Rp60juta dipotong oleh Kadis. Belakangan saat bansos itu berbuntut hukum, Damilah mengembalikan Rp60 juta itu dan perkaranya dihentikan. Sayangnya, tiga peternak penerima bansos kasusnya tetap berlanjut hingga vonis beberapa waktu lalu.

Berita Terkait

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Wali Kota Parepare Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP

Upacara, Wali Kota Parepare Singgung Pemotongan TPP Hingga Evaluasi Kepala OPD

* Hukum yang Manusiawi

Terkait tudingan bahwa tiga terpidana tidak pernah didampingi pengacara, Hasbi menolak disalahkan. Menurutnya, pihaknya telah menawarkan kepada tiga peternak itu agar didampingi sejak awal kasus bergulir.

“Kita sudah tawarkan dan kita sampaikan bahwa gratis. Bagaimanapun kita juga manusiawi kok. Namun bagaimanapun, mereka harus tetap diproses sesuai UU,” tegasnya.

Sebelumnya, pegiat hukum Nasir Dollo memprotes keras perlakuan hukum yang diterima tiga terpidana. Dia yang membantu ketiga terpidana menyusun pledoi, yang belakangan juga tidak dibacakan.

Nasir Dollo juga menggalang kekuatan sejumlah LSM untuk melakukan pendampingan atas tiga peternak yang dipidana tersebut. Dia menilai, tiga peternak ini hanyalah rakyat kecil yang dijadikan tumbal, dalam kasus korupsi sapi bunting. (ris)

Terkait: BansosParepare

TerkaitBerita

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

...

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

...

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Berita Terkini

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan