• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Lingkungan

Koalisi Save Spermonde Minta Hentikan Reklamasi Makassar New Port

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Desember 2021
di Lingkungan, Sulselbar
Koalisi Save Spermonde Minta Hentikan Reklamasi Makassar New Port

 

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM--Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Save Spermonde menggelar aksi di laut, tepatnya di lokasi proyek reklamasi MNP milik PT Pelindo, Jumat (10/12/2021).

Mereka membentangkan spanduk sepanjang 40 meter bertuliskan hentikan reklamasi Makassar New Port dan revisi RZWP3K Sulsel.

Muhammad Al Amin, Direktur WALHI Sulawesi Selatan salah satu pimpinan organisasi yang tergabung dalam Koalisi Save Spermonde menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk memperingati hari HAM internasional 2021 dan sikap penolakan pada kegiatan reklamasi laut untuk pembangunan MNP yang saat ini masih terus berlangsung.

BeritaTerkait

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026
Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
PLN Peduli dan Yayasan Dampak Rappo Indonesia Perkuat Pengelolaan Bank Sampah Unit Makkio Baji Bagi Warga Lokal

PLN Peduli dan Yayasan Dampak Rappo Indonesia Perkuat Pengelolaan Bank Sampah Unit Makkio Baji Bagi Warga Lokal

20 Agustus 2026

“Aksi ini adalah pesan langsung kepada Presiden, Menteri BUMN dan Direktur Utama PT Pelindo agar mengakhiri dan menghentikan kegiatan perluasan Makassar New Port yang kami anggap memiliki dampak yang sangat buruk bagi kehidupan masyarakat dan perempuan pesisir Kota Makassar terkhusus di Pulau-Pulau kecil seperti di pulau Kodingareng,” kata Muhammad Amin.

Kata Amin, proyek Makassar New Port merenggut sumber mata pencaharian masyarakat Pulau Kodingareng terkhusus nelayan tradisional dan perempuan pesisir Makassar dan Pulau Kodingareng yang selama ini memanfaatkan atau menggantungkan hidup dari laut.

Kehidupan mereka semakin sulit dan berpotensi membuat anak-anak putus sekolah karena tak adanya pendapatan dari para nelayan.

“Kami minta presiden untuk segera menghentikan rencana perluasan Makassar New Port dan menghentikan seluruh aktivitas tambang pasir laut di Sulawesi Selatan. Begitu juga kami meminta pihak-pihak terkait yang terlibat dalam aktivitas penambangan pasir laut di tahun 2020 untuk segera bertanggungjawab atas penderitaan dan pemiskinan masyarakat, serta kerusakan yang terjadi di wilayah tangkap nelayan. Terkhusus bagi PT Royal Boskalis, PT Pelindo, PT Pembangunan Perumahan dan perusahaan pemilik konsesi seperti PT Banteng Laut Indonesia dan PT Alefu Karya Makmur,” tegas Amin.

Terakhir, Koalisi Save Spermonde juga mendesak Gubernur dan DPRD Sulawesi Selatan untuk merevisi Perda RZWP3K Sulsel. Menurut Amin, perda ini tidak berpihak pada masyarakat pesisir. Direktur WALHI Sulsel ini juga meminta Gubernur tegas pada perusahaan agar bertanggung jawab secara penuh atas kerugian, pemiskinan serta kerusakan lingkungan akibat tambang pasir laut.

Kerusakan wilayah tangkap nelayan dimulai saat salah satu kapal perusahaan dredging terbesar di dunia asal Belanda, Queen of the Netherlands, milik Royal Boskalis melakukan aktivitas penambangan pasir laut sejak 12 Februari hingga 25 Oktober 2020. Penambangan pasir laut ini diperuntukkan untuk reklamasi Makassar New Port. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

 

 

Terkait: Lingkungan

BeritaTerkait

Kepala SMPN 9 Parepare Ajak Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman bagi Anak

Editor: Tohir Muhammad
24 Juli 2025

...

Bupati Sidrap Rakor Bersama KLHK

Editor: Tohir Muhammad
23 Juni 2025

...

EIGER Adventure Kolaborasi dengan Bulu’ Baria di Gowa, Ciptakan Gunung Bebas Sampah Pertama di Sulawesi

EIGER Adventure Kolaborasi dengan Bulu’ Baria di Gowa, Ciptakan Gunung Bebas Sampah Pertama di Sulawesi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
30 Juni 2024

...

Berita Populer

  • WNA AS Menikah di Parepare, Imigrasi Cek Status dan Dokumen Keimigrasian

    WNA AS Menikah di Parepare, Imigrasi Cek Status dan Dokumen Keimigrasian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asah Jiwa Pemimpin dan Talenta, PARENTA 2026 Digelar di SMAN 5 Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diwarnai Aksi Terjun Payung, Pangdivif 3 Kostrad dan Bupati Sidrap Panen Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Periksa 2 WNA di Sidrap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Jurnalis dan Warga Parepare Doa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi