• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 23 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Komitmen Pemberantasan Narkoba Jangan Hanya di Atas Kertas

Abdillah MS Editor: Abdillah MS
17 Januari 2018
di Opini
Abdillah MS

Oleh : Abdillah MS, Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (PIJAR)

OPINI — Jajaran kepolisian resort Parepare, Sulawesi Selatan, berhasil menangani 83 kasus narkoba, dengan 157 tersangka dalam kurun waktu dua tahun, atau dari tahun 2016-2017. Dalam penanganan kasus narkoba itu, Polisi telah menyita sedikitnya 40 kilogram (kg) narkoba jenis sabu. Selain barang bukti sabu, polisi juga menyita 143 gram ganja dan 3,1 gram tembakau gorilla.

Kasus terbaru, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) bersama Satuan narkoba Polres Parepare, sukses mencegat dua penumpang KM Thalia di Pelabuhan Nusantara. Mereka kedapatan membawa 5 kg sabu. Bukan hanya warga sipil yang diciduk, tetapi dari hasil pengembangan kasus, ternyata ada oknum polisi berpangkat Brigpol, berinisial HB dan tahanan di Rutan Sidrap yang diduga pemesan barang haram itu. Tak hanya Brigpol HB, namun pada kasus sebelumnya juga ada sederet oknum anggota Polres Parepare juga terlibat dalam kasus yang sama.

Jika kita asumsikan 40 kg sama dengan 40 ribu gram sabu, dan pergramnya dikonsumsi oleh 4 orang, maka ada 160.000 orang yang terselamatkan dari bahaya narkoba selama kurun waktu dua tahun.

Dalam konteks pencegahan narkoba, akhir-akhir ini Polres Parepare telah menunjukkan kinerja yang tergolong bagus dalam memutus mata rantai jaringan narkoba.

Kendati sudah berhasil mencegah peredaran narkoba, namun hingga saat ini Kota Parepare, seakan masih menjadi pintu gerbang dalam upaya penyelundupan barang haram ini. Kondisi geografis laut kita yang terbuka menjadi masalah besar dalam upaya penyelundupan narkoba.

Berita Terkait

Polisi Bubarkan Remaja Main Perang-perangan Peluru Gel di Jalanan Parepare

Polisi Sita Empat Motor Saat Patroli Anti-Balap Liar di Parepare

Peredaran Narkoba Meningkat, Pemkot dan Kejari Parepare Musnahkan Sabu hingga Tembakau Gorila

Hari Ke-4 Operasi Zebra di Parepare: 84 Pengendara Ditilang, Paling Banyak Tak Pakai Helm

Dari hasil pengungkapan sabu di Parepare, barang haram itu umumnya bersal Tawau Malaysia, diselundupkan via jalur darat di sepanjang perbatasan Tarakan dan Nunukan, Kalimantan Utara. Para kurir kemudian mengantarnya melalui jalur laut hingga mereka berlabuh di pelabuhan Nusantara Parepare. minimnya infrastruktur seperti peralatan X-ray diduga menjadi sebab para pelaku kejahatan narkoba bisa leluasa dan menjadikan Parepare menjadi wilayan zona merah peredaran narkoba.

Tingginya jumlah konsumen dan disparitas harga yang tinggi menjadi rangsangan besar bagi para pebisnis narkoba untuk memasarkan produk haram itu. Harga pasar sabu di Indonesia lebih dari dua kali lipat lebih tinggi dibanding Malaysia misalnya.

Ekspektasi atau harapan besar kita, tentu kinerja yang ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resort Parepare, juga bisa didukung oleh institusi penegak hukum lainnya seperti Kejaksaan, Pengadilan, serta lembaga pemasyarakatan (lapas).

Yang menjadi catatan penting dalam upaya pemberantasan narkoba di Parepare adalah, masih saja ada kasus narkoba yang berpolemik. Sorotan tajam mengarah kepada institusi penegak hukum di Kota ini pasca bebasnya tersangka IR (16) kurir narkoba 1,6 kilogram yang diringkus beberapa waktu lalu oleh Polres Parepare, namun dengan dalih habisnya masa tahanan tersangka, ia pun dilepaskan. Kasus lainnya adalah kaburnya narapidana kasus narkoba dengan vonis 10 tahun penjara, yakni Fendy alias Fen, umur 40 yang hingga kini belum diketahui rimbanya. Jika dua kasus ini tidak tertangani dengan baik, maka tentu bisa menyambung mata rantai kejahatan narkoba, sebab tidak ada jaminan mereka tidak akan bergelut kembali dengan dunia haram itu.

Tentu upaya pencegahan harus dilakukan dengan pendekatan yang ilmiah, segmented, dan berdasarkan persoalan-persoalan khusus karena tiap daerah mempunyai persoalan narkoba yang berbeda (local minded). Misalnya upaya pencegahan di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di sepanjang perbatasan darat Kalimantan, maka model pencegahan menjadi berbeda dengan persoalan narkoba di daerah lain seperti di Parepare.

Upaya pencegahan menjadi berbeda dan bergantung objek pencegahan tersebut. Situasi sosial ekonomi, tingkat pendidikan, lokasi, atau kelompok komunitas harus dilihat sehingga program tepat sasaran. Indikator keberhasilan program pencegahan juga harus dilakukan agar program menjadi lebih terukur dan tepat sasaran.

Semua unsur sangat diharapkan memiliki peran dalam pencegahan narkoba ini, seperti unsur Kepolisian, Kejaksaan, lembaga Pengadilan, lembaga pemasyarakatan, institusi pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, atau pondok pesantren bukan hanya harus bebas narkoba, melainkan juga menjadi partner aktif dalam upaya mencegah kejahatan luar biasa ini, sehingga komitmen untuk memberantas narkoba bukan hanya di atas kertas.

Terkait: KejaksaanPemberantasan narkobaPengadilanPolres Parepare

TerkaitBerita

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

Wali Kota Parepare Dukung Musda VI ICMI, Jadi Momentum Perkuat Persatuan Ormas Islam

Wali Kota Parepare Dukung Musda VI ICMI, Jadi Momentum Perkuat Persatuan Ormas Islam

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan