• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Latte Factor Vs Flexing (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 6–Terakhir)

Editor: Tim Redaksi
13 Juli 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Penulis : Tamsil Hadi, M.M (Salah satu admin Grup FB : Klub Belajar Keuangan dan Akuntansi)

Tamsil Hadi
Penulis : Tamsil Hadi, M.M (Salah satu admin Grup FB : Klub Belajar Keuangan dan Akuntansi)

Demikian 7 (tujuh) contoh latte factor yang kerap datang menjadi “virus” keuangan keluarga. Biasanya dilakukan tanpa disadari dan tanpa penganggaran. Latte factor perlu dibahas bukan dalam rangka merenggut kebahagiaan dan mengesampingkan aspek kenyamanan hidup. Tapi lebih untuk menjadi bahan kewaspadaan terutama bagi yang sedang ingin merancang keuangan keluarga yang sehat. Meski hampir semua orang memiliki latte factor dalam pola belanjanya, tapi jenis dan besarannya bisa berbeda-beda. Silahkan mengidentifikasi latte factor masing-masing dan setelahnya coba disikapi dengan lebih bijak.

Selain latte factor, kita juga akan menyinggung sedikit “virus” keuangan lain yang disebut Flexing. Istilah flexing ini populer digunakan zaman sekarang untuk menggelari orang yang suka pamer kekayaan dan menyombongkan diri padahal tidak menggambarkan kehidupan sebenarnya. Bisa karena apa yang dipamerkan adalah sesuatu yang dipaksakan untuk dibeli ataupun memang kenyataannya barang yang dipamerkan hanya klaim atau bukan milik sendiri.  Flexing ini identik akhirnya dengan kebohongan sehingga pelakunya dianggap juga orang-orang palsu (kw) atau bahkan penipu. Secara khusus kasus Flexing yang ingin disorot disini adalah sikap memaksakan diri untuk membeli sesuatu dengan tujuan untuk dipamerkan. Demi mendapatkan pengakuan dari khalayak, maka beragam barang dibeli tanpa kontrol. Orang yang terserang “virus” flexing akan membuat keputusan pengeluaran yang diambil tidak lagi rasional. Mereka tidak peduli lagi harga barang yang kemahalan, tidak lagi mengukur kemampuan, tidak lagi memperhitungkan resiko dan tidak berpikir lagi tentang nilai yang bisa didapatkan dari barang-barang yang dibeli.  

Kecenderungan bersikap seperti ini semakin menjadi jadi di era sosial media sekarang. Beragam saluran untuk flexing begitu mudah didapatkan. Adanya harapan mendapat respon berupa followers, likers, dan viewers menjadi motivasi untuk semakin menggebu-gebu. Meski ada juga yang flexing secara malu-malu. Bermaksud pamer juga tapi dengan cara yang lebih halus. Untuk model yang seperti punya istilah sendiri. Biasa disebut Humblebragging yang secara harfiah artinya menyombongkan diri dengan “rendah hati”. Memamerkan bukan dengan membusungkan dada tapi mungkin dikemas dalam bentuk keluhan. Meski begitu, tetap saja maksudnya sama, yakni flexing atau ingin pamer. Jika dikaitkan dengan ketahanan keuangan keluarga, maka sikap seperti ini jelas membahayakan. Seberapa kuat pun kekuatan pemasukan keluarga jika sudah mendapat serang “virus” flexing ini maka suatu saat pasti akan bobol juga. Akan menjadi sangat menyakitkan, jika untuk maksud flexing akhirnya sudah menghabiskan banyak anggaran, tapi tidak mendapatkan respon sebesar yang diharapkan. Kenapa? Karena orang-orang sekitar dan publik, ternyata sama sekali tidak pernah dan tidak mau peduli dengan apapun yang kita pamerkan. Jadi sudahlah, mari berbelanja atau mengeluarkan dana untuk hal-hal yang memang penting dan dibutuhkan.

Semoga keuangan keluarga kita bisa terbebas dari kedua “virus” ini. Setiap pengeluaran yang dilakukan selalu berangkat dari rancangan anggaran. Jika pun ada pergeseran maka bisa dipastikan porsinya tidak signifikan dan menghasilkan nilai yang jelas, baik nilai pahala, kebaikan, maupun manfaat. Ini adalah bagian terakhir dari rangkaian tulisan berseri seputar manajemen keuangan keluarga. Masih ada sebenarnya beberapa topik lagi yang penulis ingin bagikan, seperti bagaimana menyulap gaji seorang ASN/karyawan menjadi modal investasi, berbisnis dari rumah, belajar keuangan ala Rasulullah, dan yang lain. Namun insya Allah akan dibahas pada ruang dan kesempatan yang lain.

BeritaTerkait

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

13 Oktober 2026
Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

9 Oktober 2026
Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

8 Oktober 2026
Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

3 Oktober 2026

 

 

Laman 5 dari 5
sebelumnya1...45
Terkait: Latte FactorManajemen Keuangan

Berita Terkait

Tamsil

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

Editor: Tohir Muhammad
6 Juli 2020

...

Tamsil Hadi

OPINI : Biasakan Mencatat! (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 3)

Editor: Tim Redaksi
21 Juni 2020

...

Berita Populer

  • Kabut Selimuti Parepare, BPBD Catat 71 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli

    Kabut Selimuti Parepare, BPBD Catat 71 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWM SulSel Lantik Pimpinan Baru Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Periode 2026–2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi