• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 30 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Biasakan Mencatat! (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 3)

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
21 Juni 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Oleh : Tamsil Hadi, MM*

Berita Terkait

OPINI : Latte Factor Vs Flexing (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 6–Terakhir)

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

OPINI : 8 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 2)

OPINI : Krisis Ekonomi dan Keuangan Keluarga di Tengah Covid-19

OPINI — Di Awal pembahasan tentang manajemen keuangan keluarga, berfokus pada bangunan perspektif. Pada bagian kedua mengupas seputar prinsip-prinsip dasar dalam perencanaan keuangan keluarga. Selanjutnya pada bagian ketiga kali ini, sifatnya lebih ingin membangun kesadaran pada sebuah kegiatan yang bisa dianggap pondasi dalam manajemen keuangan keluarga. Apa itu? Sesuai dengan judul, kegiatan yang dimaksud adalah mencatat. Kenapa ini penting? Karena kebiasaan mencatat akan sangat membantu untuk menciptakan manajemen keuangan keluarga yang stabil dan terukur. Apalagi nanti jika diperhadapkan pada sebuah keharusan mengambil keputusan keuangan. Dalam berbagai bentuk pengambilan keputusan, akan selalu dihadapkan pada setidaknya 2 (dua) macam pilihan. Sejauh mana keputusan itu efektif dan mampu mengambil pilihan yang terbaik, sangat ditentukan oleh ketepatan dalam mengidentifikasi masalah. Disinilah dibutuhkan sebuah penginderaan yang utuh terhadap realitas objektif, dalam hal ini adalah realitas keuangan yang berbasis pada data. Tentu itu bisa didapatkan jika ada dokumentasi atau kita sebutlah itu catatan yang tersimpan dengan baik. 

Harapan yang diinginkan setelah bahasan ini, keluarga bukan sebatas bisa atau pandai mencatat keuangannya, tapi bisa sampai menjadikan kegiatan mencatat sebagai kebiasaan. Artinya mencatat itu nantinya menjadi rutinitas dan gerakan otomatis yang selalu dilakukan, khususnya bagi manajer keuangan keluarga. Setiap kali ada dana masuk yang siap dikelola, secara spontan langsung bergerak untuk mencatat dan menyusun skema budgeting.

Begitu pula setiap kali belanja, maka ibarat robotic system, tangan langsung terkontrol untuk mencatat transaksi yang dilakukan. Dimulai dari pencatatan yang bentuknya sederhana, bersifat sementara, sampai yang bentuknya lebih kompleks dan bersifat lebih permanen. Apakah menggunakan media secarik kertas ataukah aplikasi-aplikasi note pada gadget yang banyak tersedia. Itu semua bisa berjalan mudah ketika mencatat sudah menjadi kebiasaan. Tentu butuh proses dan langkah-langkah yang sengaja. Jika mengikuti sebuah rumusan dalam membangun sebuah kebiasaan (habits), berarti mencatat itu sudah melalui proses belajar (learn) yang serius, praktik (practice) secara langsung, dan melakukan pengulangan (repetition) berkali-kali. Dengan menjadi kebiasaan, mencatat akhirnya tidak lagi dianggap kegiatan yang membebani dan membosankan.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: Keuangan KeluargaManajemen KeuanganTamsil Hadi

TerkaitBerita

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

...

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Berita Terkini

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2026

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2026

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan