• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 19 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Biasakan Mencatat! (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 3)

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
21 Juni 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Oleh : Tamsil Hadi, MM*

Berita Terkait

OPINI : Latte Factor Vs Flexing (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 6–Terakhir)

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

OPINI : 8 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 2)

OPINI : Krisis Ekonomi dan Keuangan Keluarga di Tengah Covid-19

OPINI — Di Awal pembahasan tentang manajemen keuangan keluarga, berfokus pada bangunan perspektif. Pada bagian kedua mengupas seputar prinsip-prinsip dasar dalam perencanaan keuangan keluarga. Selanjutnya pada bagian ketiga kali ini, sifatnya lebih ingin membangun kesadaran pada sebuah kegiatan yang bisa dianggap pondasi dalam manajemen keuangan keluarga. Apa itu? Sesuai dengan judul, kegiatan yang dimaksud adalah mencatat. Kenapa ini penting? Karena kebiasaan mencatat akan sangat membantu untuk menciptakan manajemen keuangan keluarga yang stabil dan terukur. Apalagi nanti jika diperhadapkan pada sebuah keharusan mengambil keputusan keuangan. Dalam berbagai bentuk pengambilan keputusan, akan selalu dihadapkan pada setidaknya 2 (dua) macam pilihan. Sejauh mana keputusan itu efektif dan mampu mengambil pilihan yang terbaik, sangat ditentukan oleh ketepatan dalam mengidentifikasi masalah. Disinilah dibutuhkan sebuah penginderaan yang utuh terhadap realitas objektif, dalam hal ini adalah realitas keuangan yang berbasis pada data. Tentu itu bisa didapatkan jika ada dokumentasi atau kita sebutlah itu catatan yang tersimpan dengan baik. 

Harapan yang diinginkan setelah bahasan ini, keluarga bukan sebatas bisa atau pandai mencatat keuangannya, tapi bisa sampai menjadikan kegiatan mencatat sebagai kebiasaan. Artinya mencatat itu nantinya menjadi rutinitas dan gerakan otomatis yang selalu dilakukan, khususnya bagi manajer keuangan keluarga. Setiap kali ada dana masuk yang siap dikelola, secara spontan langsung bergerak untuk mencatat dan menyusun skema budgeting.

Begitu pula setiap kali belanja, maka ibarat robotic system, tangan langsung terkontrol untuk mencatat transaksi yang dilakukan. Dimulai dari pencatatan yang bentuknya sederhana, bersifat sementara, sampai yang bentuknya lebih kompleks dan bersifat lebih permanen. Apakah menggunakan media secarik kertas ataukah aplikasi-aplikasi note pada gadget yang banyak tersedia. Itu semua bisa berjalan mudah ketika mencatat sudah menjadi kebiasaan. Tentu butuh proses dan langkah-langkah yang sengaja. Jika mengikuti sebuah rumusan dalam membangun sebuah kebiasaan (habits), berarti mencatat itu sudah melalui proses belajar (learn) yang serius, praktik (practice) secara langsung, dan melakukan pengulangan (repetition) berkali-kali. Dengan menjadi kebiasaan, mencatat akhirnya tidak lagi dianggap kegiatan yang membebani dan membosankan.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: Keuangan KeluargaManajemen KeuanganTamsil Hadi

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

Bupati Sidrap Turun Sawah di Desa Lise, Produktivitas Padi Capai 9,1 Ton per Hektare

Bupati Sidrap Turun Sawah di Desa Lise, Produktivitas Padi Capai 9,1 Ton per Hektare

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

HUT Perpustakaan, Pemkab Sidrap Boyong Dua Penghargaan Provinsi

HUT Perpustakaan, Pemkab Sidrap Boyong Dua Penghargaan Provinsi

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

Wali Kota Parepare Ajak ASN Tingkatkan Budaya Literasi dan Baca Al-Qur’an

Wali Kota Parepare Ajak ASN Tingkatkan Budaya Literasi dan Baca Al-Qur’an

Editor: Muhammad Tohir
18 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan