• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Biasakan Mencatat! (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 3)

Editor: Tim Redaksi
21 Juni 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Oleh : Tamsil Hadi, MM*

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

24 September 2026
Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026

OPINI — Di Awal pembahasan tentang manajemen keuangan keluarga, berfokus pada bangunan perspektif. Pada bagian kedua mengupas seputar prinsip-prinsip dasar dalam perencanaan keuangan keluarga. Selanjutnya pada bagian ketiga kali ini, sifatnya lebih ingin membangun kesadaran pada sebuah kegiatan yang bisa dianggap pondasi dalam manajemen keuangan keluarga. Apa itu? Sesuai dengan judul, kegiatan yang dimaksud adalah mencatat. Kenapa ini penting? Karena kebiasaan mencatat akan sangat membantu untuk menciptakan manajemen keuangan keluarga yang stabil dan terukur. Apalagi nanti jika diperhadapkan pada sebuah keharusan mengambil keputusan keuangan. Dalam berbagai bentuk pengambilan keputusan, akan selalu dihadapkan pada setidaknya 2 (dua) macam pilihan. Sejauh mana keputusan itu efektif dan mampu mengambil pilihan yang terbaik, sangat ditentukan oleh ketepatan dalam mengidentifikasi masalah. Disinilah dibutuhkan sebuah penginderaan yang utuh terhadap realitas objektif, dalam hal ini adalah realitas keuangan yang berbasis pada data. Tentu itu bisa didapatkan jika ada dokumentasi atau kita sebutlah itu catatan yang tersimpan dengan baik. 

Harapan yang diinginkan setelah bahasan ini, keluarga bukan sebatas bisa atau pandai mencatat keuangannya, tapi bisa sampai menjadikan kegiatan mencatat sebagai kebiasaan. Artinya mencatat itu nantinya menjadi rutinitas dan gerakan otomatis yang selalu dilakukan, khususnya bagi manajer keuangan keluarga. Setiap kali ada dana masuk yang siap dikelola, secara spontan langsung bergerak untuk mencatat dan menyusun skema budgeting.

Begitu pula setiap kali belanja, maka ibarat robotic system, tangan langsung terkontrol untuk mencatat transaksi yang dilakukan. Dimulai dari pencatatan yang bentuknya sederhana, bersifat sementara, sampai yang bentuknya lebih kompleks dan bersifat lebih permanen. Apakah menggunakan media secarik kertas ataukah aplikasi-aplikasi note pada gadget yang banyak tersedia. Itu semua bisa berjalan mudah ketika mencatat sudah menjadi kebiasaan. Tentu butuh proses dan langkah-langkah yang sengaja. Jika mengikuti sebuah rumusan dalam membangun sebuah kebiasaan (habits), berarti mencatat itu sudah melalui proses belajar (learn) yang serius, praktik (practice) secara langsung, dan melakukan pengulangan (repetition) berkali-kali. Dengan menjadi kebiasaan, mencatat akhirnya tidak lagi dianggap kegiatan yang membebani dan membosankan.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: Keuangan KeluargaManajemen KeuanganTamsil Hadi

BeritaTerkait

Tamsil Hadi

OPINI : Latte Factor Vs Flexing (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 6–Terakhir)

Editor: Tim Redaksi
13 Juli 2020

...

Tamsil

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

Editor: Tohir Muhammad
6 Juli 2020

...

Tamsil Hadi

OPINI : 8 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 2)

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2020

...

Berita Populer

  • Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawali Parepare Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi