• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 29 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: “Link and Match” Dunia Industri, Tak Mengubah Nasib Generasi

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Maret 2024
di Opini

Penulis: Faridatus Sae, S. Sosio

(Aktivis Dakwah Kampus, Alumni S1 Universitas Airlangga)

Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya menghadirkan pelatihan vokasi berkualitas. Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi menyampaikan pelatihan vokasi yang berkualitas dapat mendorong angkatan kerja Indonesia, baik angkatan kerja baru maupun lama, menjadi angkatan kerja yang kompeten dan berdaya saing. (m.antaranews.com, 22/03/2024)

Di laman yang sama, disebutkan bahwa pelatihan vokasi yang berkualitas merupakan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dengan mengutamakan link and match ketenagakerjaan. Selain itu, hal ini adalah salah satu respons dalam menjawab berbagai tantangan dan problematika ketenagakerjaan.

Link and match tersebut, kata Anwar, adalah satu bagian dari strategi kementerian tersebut dalam melakukan Transformasi Balai Latihan Kerja, di mana balai-balai yang ada dan dikelola Kemnaker harus mampu menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri, agar terjadi kesesuaian pelatihan vokasi.

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Pelatihan vokasi berkualitas tentu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas SDM dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai pasar kerja, apalagi mengutamakan link and match dengan dunia industri. Namun sejatinya pelatihan ini tidak mengubah nasib anak bangsa yang tetap menjadi pekerja dan tidak menjadi lebih baik/sejahtera, karena anak bangsa akan tetap menjadi budak korporasi yang sangat mementingkan untung rugi. Untung rugi dinilai dari materi yang memberikan keuntungan pada korporasi. Tidak masalah jika generasi dieksploitasi yang penting korporasi tidak menjadi rugi.

Hal ini merupakan konsekuensi penerapan Sistem ekonomi kapitalisme, yang hanya menganggap pekerja sebagai salah satu faktor produksi. Dimana anak bangsa selaku pekerja hanya akan dihargai jika mampu memberikan keuntungan materi yang berlimpah pada korporasi. Sedangkan, bagi generasi anak bangsa yang tidak memberikan keuntungan materi maka akan dianggap tidak berguna, tidak bernilai dan dianggap sampah peradaban kapitalisme. Akhirnya, generasi anak bangsa pun berlomba-lomba mengejar dan terbawa arus kapitalisme agar dianggap menjadi generasi yang berguna dan mampu memberikan kontribusi pada peradaban kapitalisme. Padahal generasi hanya menjadi budak kapitalisme yang dieksploitasi potensinya sesuai dengan arah arus untuk mengukuhkan peradaban kapitalisme.

Di sisi lain, pemerintah hanya menjadi perantara antara dunia industri dan angkatan kerja. Namun, tidak menciptakan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan generasi anak bangsa. Maka hal ini, menunjukkan bahwa abainya negara dan membiarkan potensi generasi dieksploitasi dan dibajak demi kepentingan oligarki dalam kapitalisme.

Sangat berbeda dengan Islam yang menjadikan negara sebagai pengurus rakyat termasuk dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Negara yang menerapkan Sistem Kehidupan Islam menjamin kesejahteraan setiap rakyatnya per individu dengan menjamin kebutuhan pokok rakyat dan memenuhi kebutuhan komunal rakyat. Negara akan mempersiapkan ketersediaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan negara dan rakyat.

Ketersediaan lapangan kerja ini bukan untuk kepentingan oligarki. Tapi merupakan bentuk jaminan pelayanan negara bagi rakyatnya. Selain itu, negara memiliki mekanisme dalam menentukan upah secara layak pekerja sehingga pekerja tidak terdzolimi perusahaan pemberi kerja, potensi dan kemampuan pekerja di hargai dengan layak. Segala potensi generasi anak bangsa akan digunakan untuk menjadi pengokoh, pengisi peradaban dan anak bangsa layak menjadi generasi pemimpin peradaban. (*)

Opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan

 

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

...

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Berita Terkini

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2026

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2026

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Editor: Muhammad Tohir
24 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan