• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 3 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Manajemen Umat

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
28 Agustus 2021
di Opini

 

Oleh: MN Hamang-Najed

(Dosen IAIN Parepare dan Umpar)

Manajemen umat ialah bagaimana umat hidup dan berkehidupan dalam kesamaan, kebersamaan dan kebersatupaduan. Hal ini diisyaratkan antara lain Q. S. Ali Imran (3): 103  yang terjemahnya:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (103).

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Nabi SAW telah memperlihatkan contoh tentang menajemen umat yang berhasil gilang-gemilang. Penulis sejarah Islam mencatatkan fondasi asasi manajemen umat yang telah dilakukan Nabi SAW yang berhasil gilang-gemilang adalah sebagai berikut:

1. Mengawali pembangunan mental umat melalui masjid. Nabi SAW ketika tiba di Madinah sebagai daerah tujuan hijrahnya dari Mekah, beliau pertama kali membangun masjid (masjid Quba) sebelum beliau dan rombongannya membangun rumah tempat tinggal. Nabi SAW mempunyai konsep bahwa masjid menjadi markas bagi umat, baik untuk beribadah secara berjamaah maupun membicarakan masalah agama dan kehidupan duniawinnya secara umum.

2. Mempersaudarakan kaum Muhajirin (sahabatnya dari Mekah) dengan kaum Anshar (sahabatnya di Madinah) yang dimulai antara tokoh masing-masing yang kemudian serta merta diikuti warga pada umumnya.

3. Membangun mental disiplin, taat dan saling menghargai. Bangsa Arab yang terkenal memiliki mental yang sangat rendah dalam bentuk ketidaktaatan, ketidakdisiplinan, tidak saling menghargai yang dan saling bertumpah darah, dibangun mentalnya menjadi disiplin, taat dan saling menghargai, hingga mematuhi aturan agama Islam secara total.

4. Membangun kehidupan sosial berkarakter  kesederajatan (egalitarian). Kabilah-kabilah beserta marga-marga yang ada, dibangunnya menjadi umat yang memiliki ikatan keumatan yang kokoh. Setiap kabilah dan marga kemudian merasa mempunyai hak dan kebebasan yang sama untuk berkehidupan secara layak sebagai manusia dan umat Islam.

5. Membangun tri kerukunan beragama, yaitu kerukunan intern umat Islam, kerukunan antar umat Islam dengan pemerintah dan kerukunan antar umat Islam umat beragama lain (Yahudi dan Nasrani) yang ditandai dengan diterbitkannya Piagam Madinah. Piagam ini dalam perjalanan keberadaannya menjadi landasan konstitusional bagi negara-negara Islam/berpenduduk mayoritas Islam untuk menerapkan kebijakan kehidupan keagamaan dan keberagamaan umat Islam di negaranya.

(Parepare, 19 Muharram 1443 H/27 Agustus 2021 M)

Terkait: OpiniUniversitas Muhammadiyah Parepare

TerkaitBerita

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Berita Terkini

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Jemput Jamaah Haji, Bupati Sidrap Malah Dikira Petugas Bandara

Jemput Jamaah Haji, Bupati Sidrap Malah Dikira Petugas Bandara

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan