• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 2 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Pengangguran Tinggi, Dimana Peran Negara?

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Agustus 2024
di Opini

Oleh : Reshi Umi Hani

(Aktivis Muslimah)

Menurut Badan Pusat Statistika (BPS) diperkirakan sebanyak 9,9 juta anak muda di Indonesia pada tahun 2023 berstatus tidak sedang belajar, bekerja, dan dalam perlatihan atau no in education, employment, and training (NEET). Bahkan menurut Dana Moneter Internasional (IMF) pada April 2024 mencatat tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5,2% yang menduduki posisi tertinggi pada negara lain di Asia Tenggara.

Tinggi nya angka pengangguran di Indonesia tidak semata-mata meroket begitu saja, terlebih dibarengi dengan bonus demografi, seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati, melihat fenomena maraknya pengangguran di kalangan Gen Z menjadi ancaman serius bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Didasarkan fakta tersebut, tentunya jika tidak di iringi dengan hadirnya kesempatan kerja  yang besar bagi para anak muda, maka akan mengakibatkan bom waktu, yang justru menjadi bencana bagi generasi di masa mendatang.

Berita Terkait

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Judol Menghilangkan Nyawa

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan salah satu faktor penyebab pengangguran generasi muda ialah salah memilih sekolah dan jurusan. Padahal pada faktanya tingginya angka pengangguran merupakan salah satu rambu-rambu negara untuk menciptakan lapangan kerja, dengan banyaknya bidang keilmuan seharusnya bisa membuat pemerintah lebih memperhatikan keterbukaan lapangan kerja.

Kelangkaan lapangan kerja menunjukkan kegagalan negara dalam menjamin kesempatan kerja para kepala keluarga atau laki-laki, yang merupakan salah satu mekanisme terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan salah satu tolok ukur  kesejahteraan ekonomi suatu negara. Pengangguran menegaskan bahwa lapangan kerja tidak lagi mampu menampung para pekerja, dengan alasan menjaga stabilitas ekonomi perusahaan. Ditambah lagi dengan semakin ramainya persaingan dunia kerja SDM dalam negeri dengan SDM lintas negara.

Hal ini buah penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang menjadikan pengelolaan SDAE (sumber daya alam dan energi)  diberikan kepada asing dan swasta. Berbagai regulasi yang justru menyulitkan rakyat untuk mendapatkan pekerjaan akibat terjadinya deindustrialisasi. Yang semestinya negara melakukan pengelolaan SDA secara mandiri dan menyerap tenaga kerja dalam negeri yang lebih banyak.

Kondisi tersebut tidak lepas dari sistem kapitalisme yang memperbururk ekonomi dunia dengan adanya pemaksaan dalam liberalisasi pasar, yang justru menjerat negara-negra berkembang dengan berbagai kebijakan ekonominya.

Pembangunan SDM merupakan aspek yang penting bagi suatu negara, dan kuat lemahnya negara menghadapi ancaman, dan menjaga stabilitas termasuk ekonomi sangat dipengaruhi oleh ideologi yang diadopsi negara.

Islam sebagai ideologi yang sahih, menjalankan sistem ekonomi dan politik Islam, termasuk dalam pengaturan dan pengelolaan SDAE yang merupakan milik umum, yang akan menjamin kesejahteraan umat Islam dan masyarakat luas.

Islam mewajibkan negara mengurus rakyat dengan mekanisme yang sempurna. Pengelolaan SDAE oleh negara meniscayakan tersedianya lapangan kerja yang memadai dan juga jaminan kesejahteraan untuk rakyat

Negara akan mengambil peran dalam membuka lapangan pekerjaan, terutama bagi ayah/wali yang mengemban kewajiban dari Allah Swt. Untuk mencari nafkah, baik menyediakan lapangan kerja atau menyediakan modal untuk mengembangkan usaha. Negara juga akan mengedukasi dan memotivasi para ayah/wali itu untuk memaksimalkan upaya dalam memenuhi kewajiban atas nafkah tersebut.

Peningkatan kualitas SDM dengan pengembangan skill (keahlian, keterampilan) untuk mempersiapkan SDM, melalui pendidikan formal ataupun pelatihan, pembekalan skill, maupun program belajar dari negara lain.

Khilafah sebagai negara yang menjadikan syariat Islam sebagai landasan hukum negara akan memantau secara berkala perkembangan pembangunan dan perekonomian untuk memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakan secara riil terjadi, bukan semata-mata mengejar angka palsu pertumbuhan ekonomi saja.

Peningkatan angka pengangguran merupakan masalah kompleks dalam sistem tata kelola suatu negara. Dimana paradigma sistem kapitalistik nyatanya hanya pro-korporasi tanpa mementingkan kondisi ekonomi masyarakat yang justru makin terpuruk.

Maka perlu adanya sistem yang dapat menjadi solusi menyeluruh dan hakiki yang akan menggantikan sistem kapitalisme yang rusak ini. Yakni dengan menerapkan syariat Islam sebagai solusi terhadap problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat seperti problem pengangguran yang dalam Islam sudah jelas menawarkan solusi hakiki dari Sang Khalik.

Wallahu’alam bissawab

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Mei 2026

...

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

Editor: Tim Redaksi
30 April 2026

...

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 April 2026

...

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Berita Terkini

Menuju Musda VI, ICMI Parepare Perkuat Sinergi Orsat dan Banom

Menuju Musda VI, ICMI Parepare Perkuat Sinergi Orsat dan Banom

Editor: Tim Redaksi
1 Mei 2026

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Mei 2026

ICMI Parepare Tegaskan Kepengurusan Tak Harus Sarjana, Musda VI Siap Digelar

ICMI Parepare Tegaskan Kepengurusan Tak Harus Sarjana, Musda VI Siap Digelar

Editor: Tim Redaksi
1 Mei 2026

Perkuat Literasi Ilmiah, UT Makassar dan ICMI Muda Sulsel Jalin Kerja Sama Strategis dalam Seminar Akademik 2026

Perkuat Literasi Ilmiah, UT Makassar dan ICMI Muda Sulsel Jalin Kerja Sama Strategis dalam Seminar Akademik 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Mei 2026

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

Editor: Tim Redaksi
30 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan