• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Pengangguran Tinggi, Dimana Peran Negara?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Agustus 2024
di Opini
OPINI: Pengangguran Tinggi, Dimana Peran Negara?

Oleh : Reshi Umi Hani

(Aktivis Muslimah)

Menurut Badan Pusat Statistika (BPS) diperkirakan sebanyak 9,9 juta anak muda di Indonesia pada tahun 2023 berstatus tidak sedang belajar, bekerja, dan dalam perlatihan atau no in education, employment, and training (NEET). Bahkan menurut Dana Moneter Internasional (IMF) pada April 2024 mencatat tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5,2% yang menduduki posisi tertinggi pada negara lain di Asia Tenggara.

Tinggi nya angka pengangguran di Indonesia tidak semata-mata meroket begitu saja, terlebih dibarengi dengan bonus demografi, seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati, melihat fenomena maraknya pengangguran di kalangan Gen Z menjadi ancaman serius bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

24 September 2026
Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026

Didasarkan fakta tersebut, tentunya jika tidak di iringi dengan hadirnya kesempatan kerja  yang besar bagi para anak muda, maka akan mengakibatkan bom waktu, yang justru menjadi bencana bagi generasi di masa mendatang.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan salah satu faktor penyebab pengangguran generasi muda ialah salah memilih sekolah dan jurusan. Padahal pada faktanya tingginya angka pengangguran merupakan salah satu rambu-rambu negara untuk menciptakan lapangan kerja, dengan banyaknya bidang keilmuan seharusnya bisa membuat pemerintah lebih memperhatikan keterbukaan lapangan kerja.

Kelangkaan lapangan kerja menunjukkan kegagalan negara dalam menjamin kesempatan kerja para kepala keluarga atau laki-laki, yang merupakan salah satu mekanisme terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan salah satu tolok ukur  kesejahteraan ekonomi suatu negara. Pengangguran menegaskan bahwa lapangan kerja tidak lagi mampu menampung para pekerja, dengan alasan menjaga stabilitas ekonomi perusahaan. Ditambah lagi dengan semakin ramainya persaingan dunia kerja SDM dalam negeri dengan SDM lintas negara.

Hal ini buah penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang menjadikan pengelolaan SDAE (sumber daya alam dan energi)  diberikan kepada asing dan swasta. Berbagai regulasi yang justru menyulitkan rakyat untuk mendapatkan pekerjaan akibat terjadinya deindustrialisasi. Yang semestinya negara melakukan pengelolaan SDA secara mandiri dan menyerap tenaga kerja dalam negeri yang lebih banyak.

Kondisi tersebut tidak lepas dari sistem kapitalisme yang memperbururk ekonomi dunia dengan adanya pemaksaan dalam liberalisasi pasar, yang justru menjerat negara-negra berkembang dengan berbagai kebijakan ekonominya.

Pembangunan SDM merupakan aspek yang penting bagi suatu negara, dan kuat lemahnya negara menghadapi ancaman, dan menjaga stabilitas termasuk ekonomi sangat dipengaruhi oleh ideologi yang diadopsi negara.

Islam sebagai ideologi yang sahih, menjalankan sistem ekonomi dan politik Islam, termasuk dalam pengaturan dan pengelolaan SDAE yang merupakan milik umum, yang akan menjamin kesejahteraan umat Islam dan masyarakat luas.

Islam mewajibkan negara mengurus rakyat dengan mekanisme yang sempurna. Pengelolaan SDAE oleh negara meniscayakan tersedianya lapangan kerja yang memadai dan juga jaminan kesejahteraan untuk rakyat

Negara akan mengambil peran dalam membuka lapangan pekerjaan, terutama bagi ayah/wali yang mengemban kewajiban dari Allah Swt. Untuk mencari nafkah, baik menyediakan lapangan kerja atau menyediakan modal untuk mengembangkan usaha. Negara juga akan mengedukasi dan memotivasi para ayah/wali itu untuk memaksimalkan upaya dalam memenuhi kewajiban atas nafkah tersebut.

Peningkatan kualitas SDM dengan pengembangan skill (keahlian, keterampilan) untuk mempersiapkan SDM, melalui pendidikan formal ataupun pelatihan, pembekalan skill, maupun program belajar dari negara lain.

Khilafah sebagai negara yang menjadikan syariat Islam sebagai landasan hukum negara akan memantau secara berkala perkembangan pembangunan dan perekonomian untuk memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakan secara riil terjadi, bukan semata-mata mengejar angka palsu pertumbuhan ekonomi saja.

Peningkatan angka pengangguran merupakan masalah kompleks dalam sistem tata kelola suatu negara. Dimana paradigma sistem kapitalistik nyatanya hanya pro-korporasi tanpa mementingkan kondisi ekonomi masyarakat yang justru makin terpuruk.

Maka perlu adanya sistem yang dapat menjadi solusi menyeluruh dan hakiki yang akan menggantikan sistem kapitalisme yang rusak ini. Yakni dengan menerapkan syariat Islam sebagai solusi terhadap problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat seperti problem pengangguran yang dalam Islam sudah jelas menawarkan solusi hakiki dari Sang Khalik.

Wallahu’alam bissawab

Terkait: Opini

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Editor: Tim Redaksi
24 September 2026

...

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawali Parepare Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi