• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 13 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Tim Pakar Unhas Lakukan Kajian Awal Pra Studi Kelayakan Produk Bawang Merah Tahan Fusarium Milik IPB University

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Oktober 2025
di Pendidikan

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM--Dalam mendukung ketahanan pangan Nasional Tim pakar Universitas Hasanuddin Makassar yang diketuai oleh Prof.Dr.Ir.Elkawakib Syam’un,MP dan beranggotakan Prof. Dr. Ir. Sylvia Sjam, M.S (pakar Keahlian Teknis), Dr. Andi Syahwiah. A. Sapiddin, SH.,MH. (Pakar Regulasi dan Legal), Dr.Ir.Idris Summase, M.Si, (pakar Pasar dan Bisnis Model), juga ahli dari BRIN yaitu Dr. Retno Pangestuti, S.P, M.Sc melakukan pertemuan di Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas pada Rabu (29/10/2025).

Pertemuan tersebut diadakan diadakan dalam rangka kajian awal pra studi kelayakan di IPB University untuk produk bawang merah tahan fusarium (BATAFUS) yang telah melalui uji riset awal oleh peneliti IPB yaitu Prof. Dr. Ir. Sobir, M.Si., dalam rangka program hilirisasi Riset Prioritas Nasional untuk Dorongan Teknologi 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemensaintekdikti).

Sebelumnya, Tim pakar Unhas telah melakukan kunjungan lapangan dan FGD pada tanggal 22-23 Oktober 2025 di IPB University. Kunjungan lapangan bertujuan untuk mengetahui secara langsung produk bawang batafus serta spesifikasi produk yang diteliti. Prof Elka selaku ketua tim menyebutkan bahwa bawang sebagai komoditi strategis nasional dalam menyukseskan program nasional diantaranya MBG (Makan Bergizi Gratis) yang terus digaungkan oleh pemerintah sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara keseluruhan sehingga dapat meningkakan daya saing nasional dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Dalam kunjungan kelapangan, tim pakar memberikan beberapa rekomendasi yang bermanfaat untuk di terapkan oleh peneliti sehingga produk bawang batafus dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya.

BeritaTerkait

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar Sukses Gelar Communication Culture Fest 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar Sukses Gelar Communication Culture Fest 2026

13 Juli 2026
Dari Anak Panti Asuhan Hingga Jadi Guru Besar: Liku Perjuangan Prof. Usman yang Menginspirasi

Dari Anak Panti Asuhan Hingga Jadi Guru Besar: Liku Perjuangan Prof. Usman yang Menginspirasi

12 Juli 2026
Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

3 Juli 2026
Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

29 Juni 2026

Sedangkan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan setelah kunjungan lapangan, tim pakar dan tim inventor melakukan pembahasan secara mendalam terkait beberapa aspek seperti aspek bisnis, keuangan dan legal. Melalui evaluasi menyeluruh, tim pakar menilai potensi komersialisasi produk tersebut dari berbagai sisi—mulai dari teknologi produksi, ketersediaan bahan baku, kelayakan pasar, regulasi dan lisensi, kompetensi sumber daya manusia, hingga aspek investasi dan keberlanjutan industri.

“Diharapkan produk bawang merah batafus dapat direkomendasikan menjadi salah satu produk nasional yang menjadi prioritas dalam hilirisasi nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan berdampak langsung dalam nilai tambah ekonomi lokal masyarakat,” pungkas Prof. Elka. (rls)

Terkait: Universitas Hasanuddin

BeritaTerkait

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Dosen Unhas dan Umma Maros Berkolaborasi Ubah Limbah Cangkan Menjadi Pakan Ternak

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 Desember 2025

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi