
5. ATUR BUDGET
Sebesar apapun kekuatan penghasilan kita maka penting untuk tetap melakukan prinsip ini. Selama ini terkesan yang butuh pengelolaan anggaran yang baik itu adalah mereka yang berpenghasilan pas-pasan, jadi wajar ketika banyak perhitungan. Padahal mengatur anggaran itu dibutuhkan oleh semua kapasitas penghasilan. Karena sedikit banyaknya penghasilan sebenarnya itu relatif. Penghasilan 2 digit didepan 6 angka nol ditangan orang yang tak pandai mengelola keuangan bisa hilang tak berjejak diakhir bulan. Tapi penghasilan yang cuma 1 digit didepan 6 angka nol ditangan orang yang pandai mengelola keuangan bisa menjadi tabungan dan modal investasi diakhir bulan. Jadi besarnya penghasilan yang menjadi cash in tidak bisa menjamin akan berakhir positif, jika tidak disertai dengan sistem pengendalian. Laju cash out bisa meluncur sangat cepat dan lepas tanpa disadari.
Disinilah fungsi dari pengaturan anggaran sebagai alat kontrol, baik kontrol anggaran dalam hal penerimaan, pengelolaan, maupun pengeluaran. Disini juga pentingnya anggaran dibuat secara tertulis, baik menggunakan media kertas secara manual maupun yang berbasis aplikasi digital/online. Manusia adalah makhluk pelupa, jadi tidak cukup hanya mengandalkan daya ingat, jika ingin menjamin rencana keuangan berjalan on the track. Makanya tetap harus dicatat! Adapun berkaitan dengan instrumen budgeting dalam konteks keuangan keluarga yang biasanya tidak terlalu kompleks. Maka cukup dilakukan secara sederhana dengan membuat daftar catatan pos penghasilan/penerimaan dan pos pengeluaran/belanja yang sifatnya mudah dibuka dan dibaca (acceptability), juga bersifat mudah dibawa-bawa (portability). Intinya bisa diandalkan sebagai alat pengingat (reminder) dan catatan panduan (guide notes) dalam melakukan tindakan keuangan.

















